Wagub Minta Assemi Ciptakan Kampung Seni
Senin, 27 Maret 2017 13:53 WIB
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang (kanan) saat membuka musyawarah besar ASSEMI, sekaligus melantik Pengurus ASSEMI Sulawesi Selatan dan Barat periode 2017 - 2020, di Makassar, Senin (27/3). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Agus Arifin Nu`mang meminta kepada Assosiasi Seni Mode Indonesia (ASSEMI) Sulawesi Selatan dan Barat agar membuat atau menciptakan perkampungan seni dan mode di Makassar.
"Perkampungan seni dan mode ini bisa menjadi wadah menampung dan mengorganisir hasil seni dan mode dari para seniman dan perancang mode yang terhimpun dalam organisasi ASSEMI," kata Wagub Agus saat melantik Pengurus ASSEMI periode 2017 - 2020, sekaligus membuka Musyawarah Besar ASSEMI Sulawesi Selatan dan Barat, di Makassar, Senin.
Hadirnya perkampungan seni ini, kata Agus, akan memudahkan para seniman dan perancang mode yang tergabung dalam ASSEMI ini dalam melaksanakan kegiatannya supaya selalu bernilai kreatif yang tinggi.
"Kita harap, nantinya juga akan dapat bernilai ekonomi yang tinggi pula," imbuhnya.
Agus berkeyakinan apabila kegiatan ASSEMI dikelola dengan baik dan profesional seperti merancang T Shirt ala Sulawesi Selatan, mukena bagi umat Muslimah dan assesoris serta produk mode lainnya yang bernilai etnik lokal, secara ekonomi akan dapat menembus pasar nasional bahkan internasional.
Orang nomor dua Sulawesi Selatan itu berharap agar ASSEMI juga terus mengembangkan seni mode di Sulawesi Selatan dengan sering melakukan event atau kegiatan yang berkenaan dengan pengembangan mode.
"Misalnya, hadirkan lomba merancang busana muslim dan muslimah menjelang Bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, dan kegiatan lainnya yang bersentuhan dengan dunia seni dan mode," jelas Agus.
Ketua ASSEMI Sulawesi Selatan dan Barat Syahrial Tato mengatakan bahwa organisasi ASSEMI yang terbentuk pada Tahun 2000, berpusat di Sulawesi Selatan.
Dia juga mengatakan bahwa terbentuknya ASSEMI itu didasari besarnya minat masyarakat Sulawesi Selatan dan Barat untuk menggeluti dan menekuni dunia seni dan mode.
Syahrial juga mengatakan bahwa terdapat 10 persen dari jumlah pelaku seni yang tergabung dalam ASSEMI adalah pemain film dan sinetron. Bahkan menurutnya beberapa diantaranya telah go Internasional di film yang berjudul Maipa Deapati dan Langit Terbelah.
"Perkampungan seni dan mode ini bisa menjadi wadah menampung dan mengorganisir hasil seni dan mode dari para seniman dan perancang mode yang terhimpun dalam organisasi ASSEMI," kata Wagub Agus saat melantik Pengurus ASSEMI periode 2017 - 2020, sekaligus membuka Musyawarah Besar ASSEMI Sulawesi Selatan dan Barat, di Makassar, Senin.
Hadirnya perkampungan seni ini, kata Agus, akan memudahkan para seniman dan perancang mode yang tergabung dalam ASSEMI ini dalam melaksanakan kegiatannya supaya selalu bernilai kreatif yang tinggi.
"Kita harap, nantinya juga akan dapat bernilai ekonomi yang tinggi pula," imbuhnya.
Agus berkeyakinan apabila kegiatan ASSEMI dikelola dengan baik dan profesional seperti merancang T Shirt ala Sulawesi Selatan, mukena bagi umat Muslimah dan assesoris serta produk mode lainnya yang bernilai etnik lokal, secara ekonomi akan dapat menembus pasar nasional bahkan internasional.
Orang nomor dua Sulawesi Selatan itu berharap agar ASSEMI juga terus mengembangkan seni mode di Sulawesi Selatan dengan sering melakukan event atau kegiatan yang berkenaan dengan pengembangan mode.
"Misalnya, hadirkan lomba merancang busana muslim dan muslimah menjelang Bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, dan kegiatan lainnya yang bersentuhan dengan dunia seni dan mode," jelas Agus.
Ketua ASSEMI Sulawesi Selatan dan Barat Syahrial Tato mengatakan bahwa organisasi ASSEMI yang terbentuk pada Tahun 2000, berpusat di Sulawesi Selatan.
Dia juga mengatakan bahwa terbentuknya ASSEMI itu didasari besarnya minat masyarakat Sulawesi Selatan dan Barat untuk menggeluti dan menekuni dunia seni dan mode.
Syahrial juga mengatakan bahwa terdapat 10 persen dari jumlah pelaku seni yang tergabung dalam ASSEMI adalah pemain film dan sinetron. Bahkan menurutnya beberapa diantaranya telah go Internasional di film yang berjudul Maipa Deapati dan Langit Terbelah.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan lebat berpotensi guyur sejumlah wilayah Indonesia termasuk Sulsel dan Sulbar
10 March 2026 10:25 WIB
Gubernur Sulsel: Jembatan gantung penting untuk tingkatkan akses warga pedesaan
10 March 2026 10:19 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019