APPSI-DPD Tandatangani Kesepahaman Kawal Program Strategis Provinsi
Selasa, 9 Mei 2017 13:25 WIB
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (dua kiri) dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menandatangani nota kesepahaman untuk mengawal program strategis provinsi di Jakarta, Senin (8/5). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
Makassar (Antara Sulsel) - Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang menandatangani nota kesepahaman untuk mengawal program strategis provinsi.
"Penandatanganan kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen meningkatkan kerja sama dan dukungan timbal balik pelaksanaan tugas konstitusional DPD RI dan APPSI," kata Syahrul yang dikutip Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel Devo Khaddafi di Makassar, Selasa.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani saat Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama para gubernur se-Indonesia bertemu dengan anggota DPD RI pada Forum Dialog Antara APPSI dan DPD RI di The Westin Hotel di Jakarta, Senin.
Beberapa poin penting dalam nota kesepahaman itu antara lain kedua belah pihak meningkatan hubungan DPD dengan pemerintah daerah guna memperbaiki koordinasi hubungan kerja dalam upaya mendukung program prioritas daerah di berbagai sektor pembangunan nasional.
Poin selanjutnya, membangun upaya bersama dalam mengawal program pembangunan daerah pada berbagai bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian perkebunan, kehutanan dan lingkungan hidup, perindustrian, perdagangan, kelautan dan perikanan.
Selain itu, pada bidang ketahanan pangan, energi, sumberdaya mineral pariwisata, riset dan teknologi untuk dapat prioritaskan oleh pemerintah pusat.
Kedua belah pihak juga mengambil langkah dan upaya bersama dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah untuk mengatasi kesenjangan antarwilayah, dan juga mengambil langkah bersama dalam memperjuangkan kepentingan daerah dalam meningkatkan dana transfer pusat ke daerah sebagai upaya nyata daerah dalam pengentasan kesenjangan.
"Memfasilitasi upaya promosi potensi daerah kepadainvestor dari negara sahabat dalam rangka meningkatkan investasi daerah, dan juga meningkatkan kerja sama dalam upaya pengawasan dan efektifitas implementasi otonomi daerah," ujarnya.
APPSI dan DPD RI juga melakukan kajian bersama tentang potensi sengketa kewenangan dalam hubungan pusat dengan daerah, dan antardaerah serta pola pola penyelesaiannya.
"Mengembangkan upaya bersama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memastikan pembangunan yang masif dilakukan di daerah perbatasan dan wilayah kepulauan sebagai teras negara, dan jugga mendukung pembangunan daerah yang berbasis transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah," ujarnya.
Gubernur Syahrul berharap forum dialog ini mampu menjadi sebuah langkah pasti dalam membangun sinergitas demi percepatan pembangunan daerah.
"Saya sangat berharap dengan forum dialog ini ke depan para senator dan para gubernur akan berjalan seirama dalam mengawal program strategis provinsi," pungkas Syahrul.
"Penandatanganan kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen meningkatkan kerja sama dan dukungan timbal balik pelaksanaan tugas konstitusional DPD RI dan APPSI," kata Syahrul yang dikutip Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel Devo Khaddafi di Makassar, Selasa.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani saat Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama para gubernur se-Indonesia bertemu dengan anggota DPD RI pada Forum Dialog Antara APPSI dan DPD RI di The Westin Hotel di Jakarta, Senin.
Beberapa poin penting dalam nota kesepahaman itu antara lain kedua belah pihak meningkatan hubungan DPD dengan pemerintah daerah guna memperbaiki koordinasi hubungan kerja dalam upaya mendukung program prioritas daerah di berbagai sektor pembangunan nasional.
Poin selanjutnya, membangun upaya bersama dalam mengawal program pembangunan daerah pada berbagai bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian perkebunan, kehutanan dan lingkungan hidup, perindustrian, perdagangan, kelautan dan perikanan.
Selain itu, pada bidang ketahanan pangan, energi, sumberdaya mineral pariwisata, riset dan teknologi untuk dapat prioritaskan oleh pemerintah pusat.
Kedua belah pihak juga mengambil langkah dan upaya bersama dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah untuk mengatasi kesenjangan antarwilayah, dan juga mengambil langkah bersama dalam memperjuangkan kepentingan daerah dalam meningkatkan dana transfer pusat ke daerah sebagai upaya nyata daerah dalam pengentasan kesenjangan.
"Memfasilitasi upaya promosi potensi daerah kepadainvestor dari negara sahabat dalam rangka meningkatkan investasi daerah, dan juga meningkatkan kerja sama dalam upaya pengawasan dan efektifitas implementasi otonomi daerah," ujarnya.
APPSI dan DPD RI juga melakukan kajian bersama tentang potensi sengketa kewenangan dalam hubungan pusat dengan daerah, dan antardaerah serta pola pola penyelesaiannya.
"Mengembangkan upaya bersama dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memastikan pembangunan yang masif dilakukan di daerah perbatasan dan wilayah kepulauan sebagai teras negara, dan jugga mendukung pembangunan daerah yang berbasis transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah," ujarnya.
Gubernur Syahrul berharap forum dialog ini mampu menjadi sebuah langkah pasti dalam membangun sinergitas demi percepatan pembangunan daerah.
"Saya sangat berharap dengan forum dialog ini ke depan para senator dan para gubernur akan berjalan seirama dalam mengawal program strategis provinsi," pungkas Syahrul.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK panggil Staf Sekjen Kementan periode 2021-2023 terkait kasus dugaan TPPU SYL
07 May 2025 14:04 WIB
KPK panggil pegawai Visi Law Office sebagai saksi terkait kasus dugaan TPPU Syahrul Yasin Limpo
16 April 2025 14:59 WIB
Pengacara Febri Diansyah membantah dugaan honor dari SYL merupakan hasil korupsi
22 March 2025 5:55 WIB
MK menerima pencabutan gugatan Andika-Hendi terkait Pilkada Jateng 2024
20 January 2025 11:28 WIB, 2025
Hakim PN Jaksel menolak gugatan praperadilan terkait kasus Firli Bahuri
18 December 2024 13:21 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB