Sungguminasa (Antara Sulsel) - Bupati Gowa, Sulawesi Selatan Adnan Purichta Ichsan melakukan penanaman pohon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia.

"Pada peringatan hari lingkungan hidup se-dunia ini, saya ingin menyampaikan jika ancaman dari pembalakan liar, penebangan pohon-pohon akan mengancam keselarasan kita," ujar Adnan Purichta di Gowa, Senin.

Dalam peringatan hari lingkungan hidup itu juga, bupati membacakan sambutan seragam Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengatakan, lingkungan atau alam memiliki arti sangat besar dalam kehidupan sehari-hari.

"Lingkungan dan alam bisa dikatakan menentukan hidup manusia, karena fungsi-fungsi alam yang bekerja juga bagi manusia sekaligus menusia menjadi bagian dalam landscape ecology alam tersebut," kata orang nomor satu di Gowa ini.

Adnan melanjutkan bahwa hal ini perlu diutarakan mengingat saat ini kita dihadapkan pada tantangan yang nyata dalam hal perlindungan lingkungan dan alam kita.

Menata hubungan alam dan manusia bukan hanya sekedar pengelolaan sumberdaya alam untuk tujuan profit manusia, tetapi lingkungan dan alam kita membutuh perlindungan, sesuai dengan temanya, "Menyatu dengan Alam".

"Tema ini mengajak kita untuk hadir bersama alam, menghargai pentingnya keselarasan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alam, memperlakukan alam secara proporsional, tidak primitif hanya mau mengeruk keuntungannya saja, tetapi harus dalam perspektif perlindungan lingkungan," jelas mantan anggota DPRD Sulsel.

Bupati Adnan juga menguraikan, rusaknya ekosistem hutan atau berkurangnya pepohonan akan mengubah siklus yang terjadi dan berdampak pada menurunnya jumlah ketersediaan air, baik dipermukaan maupun di dalam tanah. Demikian halnya dengan wisata alam, fenomena dan keindahan alam yang merupakan proses alam itu akan hilang jika ekosistem terganggu.

Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2024