Ditlatpim Kemendagri Benchmarking Di Bantaeng
Selasa, 29 Agustus 2017 20:12 WIB
Kepala Pusdiklat Kemendagri Regional Bandung Taty Devi M Siregar (kanan) saat berkunjung ke Bantaeng, Selasa (29/8). (FOTO/Humas Bantaeng)
Bantaeng (Antara Sulsel) - Sebanyak 35 peserta Diklat kepemimpinan Tingkat III Angkatan ke-3 PNBP Tahun 2017 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Regional Bandung, kembali melaksanakan Benchmarking di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Peserta Diklatpim diterima secara resmi Asisten III Bidang Administrasi Bantaeng Ansar Tuba, didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantaeng H Asri Sahrun di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Selasa.
Kepala Pusdiklat Kemendagri Regional Bandung Taty Devi M Siregar, mengatakan Benchmarking peserta diklatpim Kemendagri ini merupakan yang kedua di Kabupaten Bantaeng.
"Tahun lalu saya membawa peserta Diklatpim Tingkat III Angkatan ke-2 dan diterima langsung oleh Bapak Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah," jelasnya.
Dia menambahkan, Kabupaten Bantaeng adalah daerah yang patut menjadi lokasi 'best practice' untuk peserta diklat, karena memiliki daya tarik tersendiri.
Taty juga mengungkapkan rasa kagumnya kepada HM Nurdin Abdullah yang dalam tempo waktu singkat mampu merubah Bantaeng yang dulunya termasuk dalam kategori daerah miskin, menjadi laboratorium pembelajaran bagi pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Peserta Diklatpim diterima secara resmi Asisten III Bidang Administrasi Bantaeng Ansar Tuba, didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantaeng H Asri Sahrun di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Selasa.
Kepala Pusdiklat Kemendagri Regional Bandung Taty Devi M Siregar, mengatakan Benchmarking peserta diklatpim Kemendagri ini merupakan yang kedua di Kabupaten Bantaeng.
"Tahun lalu saya membawa peserta Diklatpim Tingkat III Angkatan ke-2 dan diterima langsung oleh Bapak Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah," jelasnya.
Dia menambahkan, Kabupaten Bantaeng adalah daerah yang patut menjadi lokasi 'best practice' untuk peserta diklat, karena memiliki daya tarik tersendiri.
Taty juga mengungkapkan rasa kagumnya kepada HM Nurdin Abdullah yang dalam tempo waktu singkat mampu merubah Bantaeng yang dulunya termasuk dalam kategori daerah miskin, menjadi laboratorium pembelajaran bagi pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Pewarta : Syamsurya Pratama
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Unismuh Makassar lakukan "benchmarking" pengelolaan lab standar LAMSPAK ke UMY
09 January 2025 15:26 WIB, 2025
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB
Menhut: Lestarikan keanekaragaman hayati dan kerajaan kupu-kupu TN Bantimurung Bulusaraung
28 January 2026 19:50 WIB