Lebih 1.500 Pebisnis Dunia Hadiri 'IPOC" Bali
Senin, 23 Oktober 2017 15:56 WIB
Chairperson IPOC 2017, Mona Surya (istimewa)
Jakarta (Antara Sulsel) - Lebih dari 1.500 pelaku bisnis dari 23 negara siap menghadiri "13th IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) and 2018 Price Outlook" di Bali pada 1 - 3 November 2017.
Chairperson IPOC 2017, Mona Surya di Jakarta, Senin mengatakan, para pelaku bisnis itu berasal dari sektor usaha dalam mata rantai industri kelapa sawit.
"Yang istimewa, IPOC tahun ini juga dihadiri perwakilan petani kelapa sawit," ucapnya.
Menurut dia, konferensi sawit terbesar di dunia ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution serta dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Sofyan A Djalil.
Selain itu, sejumlah pakar ekonomi dan komoditas dunia ikut menjadi pembicara dalam konferensi yang menjadi rujukan pelaku bisnis dunia tersebut.
Tahun ini, lanjutnya, IPOC bertema "Growth through Productivity: Partnership with Smallholders" dengan harapan akan mendapatkan pandangan bagaimana pengelolaan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang sesuai dengan tuntutan global yang semakin peduli dengan isu-isu keberlanjutan, terutama hubungan antara perusahaan dengan petani.
IPOC merupakan konferensi sawit internasional yang diselenggarakan setiap tahun oleh GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia).
Mona menyatakan, Menko Perekonomian Darmin Nasution akan menyampaikan sambutan pembuka dengan memaparkan arahan kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri kelapa sawit nasional.
Hal itu, mengingat peran industri minyak sawit yang semakin besar terhadap perekonomian nasional baik dalam hal sumbangan devisa ekspor, pengentasan kemiskinan, maupun penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, Menteri Agraria Sofyan Djalil akan menyampaikan paparan terkait kebijakan tata ruang yang menjadi landasan pengembangan industri minyak sawit di Indonesia.
Sejumlah pakar akan menjadi pembicara dalam konferensi selama dua hari tersebut di antaranya Alexandre P. Cooman (Cenipalma), Dato Dzulkifli Abd Wahab (Felda), perwakilan dari Bank Mandiri, Rino Afrino (Apkasindo/ Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), Mahendra Siregar (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), dan Dr Sri Adiningsih (Dewan Pertimbangan Presiden).
Selain konferensi, IPOC 2017 juga akan diramaikan dengan pameran yang diikuti oleh perusahaan dari berbagai sektor dalam mata rantai industri kelapa sawit.
Terkait dampat erupsi Gunung Agung terhadap kegiatan konferensi tersebut, Mona menyatakan, hingga saat ini tidak mengganggu minat para peserta untuk mengikutinya hal itu terlihat dari 96 'booth' sudah "sold out" dari total 98 booth pameran yang tersedia.
Chairperson IPOC 2017, Mona Surya di Jakarta, Senin mengatakan, para pelaku bisnis itu berasal dari sektor usaha dalam mata rantai industri kelapa sawit.
"Yang istimewa, IPOC tahun ini juga dihadiri perwakilan petani kelapa sawit," ucapnya.
Menurut dia, konferensi sawit terbesar di dunia ini rencananya akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution serta dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Sofyan A Djalil.
Selain itu, sejumlah pakar ekonomi dan komoditas dunia ikut menjadi pembicara dalam konferensi yang menjadi rujukan pelaku bisnis dunia tersebut.
Tahun ini, lanjutnya, IPOC bertema "Growth through Productivity: Partnership with Smallholders" dengan harapan akan mendapatkan pandangan bagaimana pengelolaan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang sesuai dengan tuntutan global yang semakin peduli dengan isu-isu keberlanjutan, terutama hubungan antara perusahaan dengan petani.
IPOC merupakan konferensi sawit internasional yang diselenggarakan setiap tahun oleh GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia).
Mona menyatakan, Menko Perekonomian Darmin Nasution akan menyampaikan sambutan pembuka dengan memaparkan arahan kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri kelapa sawit nasional.
Hal itu, mengingat peran industri minyak sawit yang semakin besar terhadap perekonomian nasional baik dalam hal sumbangan devisa ekspor, pengentasan kemiskinan, maupun penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, Menteri Agraria Sofyan Djalil akan menyampaikan paparan terkait kebijakan tata ruang yang menjadi landasan pengembangan industri minyak sawit di Indonesia.
Sejumlah pakar akan menjadi pembicara dalam konferensi selama dua hari tersebut di antaranya Alexandre P. Cooman (Cenipalma), Dato Dzulkifli Abd Wahab (Felda), perwakilan dari Bank Mandiri, Rino Afrino (Apkasindo/ Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), Mahendra Siregar (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), dan Dr Sri Adiningsih (Dewan Pertimbangan Presiden).
Selain konferensi, IPOC 2017 juga akan diramaikan dengan pameran yang diikuti oleh perusahaan dari berbagai sektor dalam mata rantai industri kelapa sawit.
Terkait dampat erupsi Gunung Agung terhadap kegiatan konferensi tersebut, Mona menyatakan, hingga saat ini tidak mengganggu minat para peserta untuk mengikutinya hal itu terlihat dari 96 'booth' sudah "sold out" dari total 98 booth pameran yang tersedia.
Pewarta : Subagyo
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga TBS kelapa sawit di Sulbar periode Januari 2026 sebesar Rp3.092 per kilogram
15 January 2026 22:14 WIB
Viral, penjual es kelapa di Gowa daftarkan 24 anggota keluarga ke Tanah Suci
14 January 2026 3:54 WIB
Pemkab Sidrap tanam 11 ribu bibit kelapa genjah pandan wangi bantuan Kementan
19 December 2025 17:32 WIB
Mentan Amran Sulaeman luncurkan gerakan menanam lima juta kelapa di Kepulauan Selayar
16 November 2025 5:18 WIB
Kapal motor Alexindo bawa kontainer tujuan Batam karam di perairan Sunda Kelapa
22 September 2025 19:06 WIB
Kakanim Parepare : Kelapa perkuat ketahanan pangan dan buka peluang usaha
11 September 2025 12:31 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB