Disnakkeswan Sulsel Sertifikasi Ayam "Ketawa"
Rabu, 1 November 2017 16:19 WIB
Dokumentasi - Seorang juri menilai sejumlah ayam yang diikutkan pada kontes ayam ketawa di Makassar. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan sertifikasi ayam "Ketawa" sebagai kekayaan plasma nutfah daerah tersebut.
"Sertifikasi ayam Ketawa ini sebagai upaya untuk melestarikan plasma nutfah asli Sulsel," kata Kepala Disnakkeswan Sulsel Abdul Azis di sela peluncuran Sertifikasi Ayam Ketawa Sebagai Plasma Nutfah Sulsel di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu.
Sertifikasi itu, kata dia, juga dimaksudkan untuk memberi nilai tersendiri bagi jenis ayam tersebut, sehingga harganya bisa mahal di pasaran.
Sementara Ketua Himpunan Pecinta Ayam Gagak Indonesia (Himpagi) Sulsel Rasidin, mengatakan sumber hewan ternak ayam Ketawa ini berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Ia mengatakan jenis ayam Ketawa ini bukanlah ayam aduan atau ayam penghias sangkar, tetapi merupakan ayam yang menjadi simbol status sosial di kalangan masyarakat Sulsel.
Upaya promosi jenis ayam Ketawa ini, kata dia, telah dilakukan sejak tahun 1997 hingga 2017 melalui berbagai kompetisi.
"Dengan sertifikasi ini, plasma nutfah ayam Ketawa Sulsel tidak akan diakui oleh pihak lain," pungkasnya.
Sertifikasi ayam Ketawa merupakan rangkaian dari Gerakan 1000 Kebaikan Disnakkeswan Sulsel. Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
"Sertifikasi ayam Ketawa ini sebagai upaya untuk melestarikan plasma nutfah asli Sulsel," kata Kepala Disnakkeswan Sulsel Abdul Azis di sela peluncuran Sertifikasi Ayam Ketawa Sebagai Plasma Nutfah Sulsel di Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu.
Sertifikasi itu, kata dia, juga dimaksudkan untuk memberi nilai tersendiri bagi jenis ayam tersebut, sehingga harganya bisa mahal di pasaran.
Sementara Ketua Himpunan Pecinta Ayam Gagak Indonesia (Himpagi) Sulsel Rasidin, mengatakan sumber hewan ternak ayam Ketawa ini berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Ia mengatakan jenis ayam Ketawa ini bukanlah ayam aduan atau ayam penghias sangkar, tetapi merupakan ayam yang menjadi simbol status sosial di kalangan masyarakat Sulsel.
Upaya promosi jenis ayam Ketawa ini, kata dia, telah dilakukan sejak tahun 1997 hingga 2017 melalui berbagai kompetisi.
"Dengan sertifikasi ini, plasma nutfah ayam Ketawa Sulsel tidak akan diakui oleh pihak lain," pungkasnya.
Sertifikasi ayam Ketawa merupakan rangkaian dari Gerakan 1000 Kebaikan Disnakkeswan Sulsel. Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KLM Nur Ainun dari Nunukan tujuan Barru Sulsel tenggelam di Selat Makassar, dua penumpang hilang
16 February 2026 19:54 WIB
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB