Empat pesilat Uinam tembus semifinal kejurnas IPB

id Kejurnas pencak silat,Ipb,Tapak suci,Uin alauddin

Empat pesilat Uinam tembus semifinal kejurnas IPB

Pesilat Universitasi Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang mengikuti mengikuti kejuaraan nasional tapak suci antarmahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3-5 Mei 2018. (FOTO/Ist)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Sebanyak empat pesilat dari Universitasi Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melaju ke semifinal usai mengalahkan lawan-lawannya di kejuaraan nasional tapak suci antarmahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3-5 Mei 2018.

Pelatih silat Sulsel Muhammad Arham di Makassar, Jumat, mengatakan para pesilat yang sukses menembus babak semifinal itu masing-masing Ilham Bin Azis, Muhammad Syahril, Andi Darmawan, dan Nurul Mutmainnah.

"Dari enam pesilat yang ambil bagian dalam kejurnas ini, empat diantaranya sukses merebut tiket semifinal. Adapun dua atlet yang harus pasrah tersingkir dari persaingan yakni Rafiuddin Anwar dan Muhammad Syahril," katanya.

Mengenai keberhasilan empat atlet berlaga di semifinal sekaligus menjaga peluang meraih medali emas di ajang tersebut, dirinya mengaku ikut bersyukur dan berbangga.

Dirinya juga meminta seluruh atlet untuk kembali fokus menghadapi lawan di semifinal. Apalagi kualitas pesilat yang akan mereka hadapi tentunya memiliki kualitas dan patut diwaspadai.

Untuk lawan yang akan dihadapi para wakil Sulsel di babak semifinal nanti, kata dia, dirinya masih menunggu perkembangan. Para atlet juga belum bisa memastikan kapan dilaksanakan apakah malam ini atau besok pagi.

Untuk Ilham Bin Azis tampil di kelas H putra, Muhammad Syahril (kelas D putra), Andi Darmawan (kelas C putra) dan Nurul Mutmainnah yang turun di kelas E putri.

"Saya masih menunggu kabar dari adik-adik kita dari kejurnas. Kami hanya berharap semoga bisa kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar dia.

Terkait hasil ini sendiri, tentunya memang patut mendapatkan apresiasi. Apalagi para atlet datang dan ambil bagian dalam persaingan juara dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.

Menurut dia, para pesilat tersebut berangkat untuk berlaga di kejurnas meski anggaran yang diberikan pihak kampus begitu terbatas.

"Para atlet mendapatkan bantuan dari kampus untuk mengikuti kejuaraan itu kurang lebih Rp2 jutaan untuk enam orang atlet, yang secara hitung-hitungan begitu jauh dari kata cukup," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar