
Bimp-Eaga Perlombakan Tujuh Cabang Olah Raga

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pertemuan empat negara kawasan pertumbuhan Asean Timur yang meliputi Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Philipina (BIMP-EAGA), memutuskan hanya tujuh cabang olah raga yang akan dipertandingkan pada kejuaraan BIMP-EAGA di Philipina tahun 2010.
Wakil Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir seusai lomba lari 10 K BIMP-EAGA di Makassar, Minggu, mengatakan, pada pertemuan yang berlangsung di Makassar Sabtu (7/11) malam, seluruh delegasi dari empat negara sepakat hanya akan mempertandingkan tujuh cabang olah raga.
"Ada beberapa poin kesepakatan dalam pertemuan tersebut, namun satu hal yang pasti bahwa seluruh peserta sepakat untuk mempertandingan tujuh cabang dengan sejumlah alasan," katanya.
Adapun ke tujuh cabang olah raga yang disepati bersama itu adalah atletik, renang, pencak silat , karate, tennis, sepak takraw, dan bulu tangkis. Namun khusus untuk pencak silat dan karate, para atlet dipastikan tidak akan bertarung secara terbuka, dalam artian hanya mempertandingkan kategori seni dari pencak silat dan kata untuk karate.
"Dalam cabang silat dan karate, kita sepakat untuk menilai dari sisi seni dan keindahan, makanya dalam kejuaraan ini tidak akan ada pertarungan terbuka seperti beberapa kejuaraan yang lain," jelasnya.
Sementara menyangkut persiapan Philipina yang akan bertindak sebagai tuan rumah, Nukhrawi menjelaskan bahwa semuanya sudah berjalan sesuai rencana, apalagi tim peserta BIMP-EAGA masih akan mengelar rapat pemantapan sebelum berlangsungnya kejuaraan mendatang.
Ia juga mengaku bahwa keempat negara yang menjadi peserta BIMP EAGA Games ini selalu menggelar pertemuan pada setiap tahun, hal itu tak lepas dari komitmen setiap negara untuk berupaya mensukseskan kejuaraan tersebut.
"Kita optimistis bahwa kejuaraan dua tahunan ini akan berlangsung sukses sesuai komitmen keempat negara, apalagi pada bulan Maret 2010 kita juga akan kembali bertemu dan mempermantap rencana sebelum berlangsungnya kejuaraan," katanya.
(T.PSO-102/R007)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
