
Konawe Terancam Tidak Kebagian Dana PNPM 2009

Kendari (ANTARA Sulsel) - Pengucuran dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri 2009 segera direalisasikan tetapi bagi Kabupaten Konawe terancam batal karena tidak dapat menyiapkan dana "cost sharing" sebesar Rp8,1 milliar.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) Sultra, Tony Herbiansyah di Kendari, Minggu, mengatakan, Pemkab Konawe tidak mengalokasikan, baik melalui APBD maupun APBD-Perubahan 2009 sehingga kesulitan untuk memenuhi dana "cost sharing".
"Konawe adalah satu-satunya daerah calon penerima PNPM 2009 di Sultra yang belum menyanggupi dana perimbangan dimaksud sehingga dipastikan pula akan kehilangan dana APBN sebesar Rp32,4 miliar dari pemerintah pusat," kata Tony.
Sedangkan, sembilan kabupaten yakni Buton, Muna, Kolaka, Konawe Selatan, Bombana, Wakatobi, Kolaka Utara, Buton Utara dan Konawe Utara sudah memenuhi dana tersebut.
Dana cost sharing Kabupaten Buton sebesar Rp7,2 M dan APBN Rp28,8 M, Muna Rp7,4 M dan APBN sebesar Rp37,4 M dan Kolaka Rp3,6 M dan APBN Rp15,3 M.
Sedangkan, dana cost sharing Kabupaten Konawe Selatan sebanyak Rp8,2 M dan APBN mencapai Rp32,8 M, Bombana Rp5,5 M dan APBN sebesar Rp24,1 M, Wakatobi Rp2,7 M dan APBN Rp11 M.
Dana penyertaan Kabupaten Kolaka Utara Rp1,8 M dan APBN 10 M, Buton Utara Rp2,4 M dan APBN sebesar Rp9,6 M dan Konawe Utara Rp1,6 M dan APBN Rp6,4 M.
Tony menambahkan PNPM dalam menyelenggarakan kegiatan yang berpihak kepada masyarakat memprioritaskan pembangunan sarana infrastruktur, antara lain, jalan, jembatan, irigasi, tambatan perahu, listrik, sekolah, kesehatan dan air bersih.
Data BPMD Sultra menyebutkan bahwa alokasi anggaran PNPM 2009 mencapai Rp259 miliar dengan 150 kecamatan sasaran dan tahun 2010 direncanakan naik menjadi 396 miliar dan sasaran bertambah menjadi 167 kecamatan.
(T.S032/D009)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
