
TAPD Sulsel Belum Mampu Yakinkan DPRD

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pemprov Sulsel, belum mampu meyakinkan badan anggaran DPRD Sulsel atas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Sulsel 2010.
Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel Ajeip Padindang saat rapat dengan TAPD di Makassar, Senin, berulangkali minta kepada TAPD untuk memberikan penjelasan rinci atas rancangan APBD Sulsel.
Dia juga menilai penyusunan KUA dan PPAS belum terstruktur dan tidak didasarkan pada kajian yang kuat seperti, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 15 persen tidak senergi dengan target pertumbuhan ekonomi delapan persen
Anggota Badan Anggaran DPRD HM Adil Patu mempertanyakan adanya penurunan belanja langsung, serta penurunan anggaran untuk belanja pembangunan di sektor jalan pada APBD 2010.
Gubernur Sulsel yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tan Malaka Guntur membenarkan adanya penurunan belanja langsung.
"Memang ada penurunan untuk infrastruktur jalan, dari Rp140 juta menjadi Rp130 juta, itu karena belanja langsung yang kurang. Namun secara keseluruhan APBD mengalami peningkatan," katanya.
Sebelumnya anggota badan anggaran lainnya, Burhanuddin Baharuddin meminta kepada TAPD agar memperbaiki KUA karena terlalu makro.
Dia mencontohkan, pada KUA di Bab II target ekonomi makro perlu dipertajam. Harus dilihat dari kondisi riil yang ada.
Menurut dia, penjelasan alokasi sektor anggaran yang dituangkan dalam KUA tidak rinci dan lebih banyak menguraikan bahasa politis.
"Hanya dijelaskan akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi, serta target pendapatan. Seharusnya dipaparkan kebijakan-kebijakan seperti apa yang akan dilakukan untuk mencapai target itu," ucapnya. ***1***
(T.PSO-099/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
