
Lurah Diminta Data Ulang Peserta Program Konversi

Parepare (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan H Mohammad Zain Katoe meminta lurah dan ketua RT/RW mendata ulang peserta program konversi minyak tanah ke gas.
Permintaan itu disampaikan Zain Katoe saat ditemui sejumlah wartawan di Parepare, Kamis.
Wali Kota mengatakan saat ini banyak warga yang mengeluh tidak mendapat pembagian jatah kompor dan tabung gas ukuran 3 kg dari pelaksana program konversi minyak tanah ke gas.
Zain Katoe mengatakan hasil pendataan ulang dari lurah serta ketua RT/RW harus disampaikan kepada Sekretaris Kota (Sekkot) untuk dibuatkan rekomendasi ke pimpinan PT Pertamina (Persero) Gas Domestik Regional V Makassar.
Pendataan ulang tersebut untuk penambahan kompor dan tabung gas 3 kg karena saat ini masih ada yang tidak memperolehnya seperti para istri prajurit TNI.
"Kalau kekurangannya hanya 5.000 KK masih bisa ditanggulangi di Makassar, kalau di atas 10.00 KK harus di lobi ke pusat. Pengadaan dana bisa kami minta difasilitasi oleh Ketua DPRD," kata Zain.
Zain Katoe menambahkan sesuai dengan pendataan awal jumlah peserta program konversi minyak tanah ke gas sekitar 23 ribu lebih. Akan tetapi belakangan diketahui membengkak menjadi 25 ribu. Untuk itu Pemerintah Kota meminta lurah serta ketua RT/RW turun mendata warga yang belum menadapatkan jatah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Parepare Muhammad Hasbi mengatakan pihaknya melalui kecamatan dan kelurahan telah menyalurkan kompor dan tabung gas 3 kg kepada 22.933 peserta program konversi minyak tanah ke gas, serta 248 pelaku usaha kecil menengah (UKM) di empat kecamatan di Parepare.
Namun Hasbi mengakui beberapa kelurahan masih melaporkan sejumlah warga yang mengaku belum mendapatkan jatah kompor dan tabung gas 3 Kg. Untuk itu pihaknya telah mengusulkan permintaan penambahan ke PT Pertamina (Persero) Gas Domestik Regional V Makassar.
"Kami sudah mengusulkan penambahan jatah ke pihak PT Pertamina (Persero) Gas Domestik Regional V Makassar, namun hingga saat ini belum ada jawaban," kata Hasbi.
Sementara itu, Humas PT Pertamina (Persero) Gas Domestik Regional V Makassar Rosinah Nurdin yang dihubungi melalui telepon, mengatakan jumlah peserta program itu di Kota Parepare sudah dinyatakan pas.
Lebih lanjut Rosinah mengatakan, pihak PT Pertamina (Persero) Gas Domestik Regional V Makassar tetap memnuhi permintaan penambahan jatah kompor dan tabung gas elpiji 3 kg, akan tetapi sebelumnya Pertamina akan melakukan penyisiran terlebih dulu.
"Kalau memang ada yang masih berhak, tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan paket jatah kompor dan tabung gas 3 kg," kata Rosinah.
Ketika disinggung mengenai permintaan penambahan jatah paket kompor dan tabung gas 3 Kg dari Pemerintah Kota Parepare, Rosinah berjanji akan tetap mempertimbangkannya.
Rosinah mengusulkan kepada Pemerintah Kota Parepare untuk mengumpulkan rumah tangga yang berhak mendapatkan jatah paket kompor dan tabung gas 3 kg dan kemudian diusulkan ke pihak Pertamina.
"Kami sudah melakukan penyisiran ke beberapa daerah, kalau memang masih ada rumah tangga yang berhak mendapatkan jatah, akan kami berikan," katanya.
(T.PSO-098/N002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
