Gubernur Sulsel apresiasi program PTSL Kementerian ATR

id nurdin abdullah,gubernur sulsel,apresiasi program ptsl

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat diwawancarai wartawan di Makassar, Jumat (21/9). (Antaranews Sulsel/Abdul Kadir/18)

Inilah (PTSL) inovasi yang sesungguhnya menjadi kebutuhaan kita semua dalam 73 tahun kita merdeka
Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengapresiasi program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang diselenggarakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional.

"Inilah (PTSL) inovasi yang sesungguhnya menjadi kebutuhaan kita semua dalam 73 tahun kita merdeka," kata Nurdin usai peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) Nasional 2018, di Makassar, Senin.

Program tersebut, kata Nurdin, mampu menyederhanakan birokrasi sehingga mendukung penyediaan lahan untuk perumahan, dan industri, yang akan berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan.

"Kalau kita kompak semua birokrasi yang panjang kita sederhanakan, Untuk mengentaskan kemiskinan sederhanakan birokrasi," kata dia.

Di era kepemimpinannya, Nurdin mengatakan pihaknya akan mereformasi sistem birokrasi dan pelayanan di Sulsel. Ia dan jajarannya bahkan siap memberikan pelayanan dan perizinan cepat dalam waktu satu jam.

"Kami siap meluncurkan izin dalam satu jam selesai. Program 100 hari mereformasi pelayanan yang berbelit-belit menjadi mudah," ujarnya.

Ia menekankan terkait kemitraan antara Pemprov Sulsel dan BPN, pihaknya berharap dapat menghadirkan pelayanan yang efektif dan mudah, termasuk mendukung iklim investasi yang baik dalam berbagai tingkatan baik provinsi dan kabupaten kota.

Kementerian ATR/BPN sendiri saat ini sedang melaksanakan program PTSL. Dengan PTSL ini, Kementerian ATR/BPN dapat mewujudkan target yakni tahun 2025 sebanyak 126 juta bidang tanah di Indonesia sudah terdaftar.

Pada kesempatan ini, gubernur menyerahkan sebanyak 90 bidang sertipikat. Gubernur juga mendapatkan piagam penghargaan Hantaru 2018.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar