Menaker : peningkatan keterampilan kerja hadapi kebutuhan pasar

id muhammad hanif dhakiri,menaker, kebijakan tiga ketrampilan kerja

Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri (tengah) disela-sela BLK Makassar Fair 2018 di Makassar, Rabu (17 /10). Antaranews Sulsel /S Mappong /2018.

Ini sangat penting kebijakan kita disebut `Triple Skilling` itu orientasi dasarnya adalah memberikan perlindungan pada warga negara yang bersifat perlindungan kapasitas kemampuan diri
Makassar (Antaranews Sulsel) - Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan kebijakan "Triple Skilling" atau tiga keterampilan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) diharapkan dapat memenuhi kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar.

"Ini sangat penting kebijakan kita disebut `Triple Skilling` itu orientasi dasarnya adalah memberikan perlindungan pada warga negara yang bersifat perlindungan kapasitas kemampuan diri," kata Hanif di sela-sela "BLK Makassar Fair 2018" di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan tiga upaya peningkatan keterampilan yang dapat menyesuaikan kebutuhan pasar kerja. Pertama pemberian keterampilan di BLK yang disebut `skilling`.

Sementara yang sudah memiliki keterampilan, tetapi ingin ditingkatkan kapasitasnya maka diberikan "up skilling" dan bagi yang keterampilannya tapi tidak relevan karena zaman berubah maka diberikan "reskilling".

Berkaitan dengan hal tersebut, Menaker mengimbau agar BLK di seluruh Indonesia dapat mengembangkan "Triple Skilling" dalam membantu angkatan kerja supaya menjadi terampil di masing-masing bidangnya.

Hal itu mengingat bahwa dari 3,8 juta kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia, baru terdapat sekitar 20 ribu tenaga kerja terampil dan 443 ribu tenaga kerja yang mendapat sertifikat profesi berdasarkatan data Kementerian Tenaga Kerja 2017.

Fenomena tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil itu, digambarkan Menaker di Morowali, Sulawesi Tengah. Ketika salah satu perusahaan tambang dibuka dibutuhkan 2.000 tenaga kerja terampil diantaranya untuk mengoperasikan truk.

"Dicari yang punya SIM B2, ternyata hanya ada delapan orang, akhirnya diturunkan lagi persyaratannya, masih belum terpenuhi, sehingga dicarilah orang luar," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada kesempatan yang sama mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pasar akan tenaga kerja terampil, maka didorong sekolah atau pendidikan vokasi. Salah satunya sudah ada di Kabupaten Bantaeng yakni Akademi Komunitas Manufaktur (Akom) Negeri Bantaeng.

Selain itu, lanjut dia, dari sisi tenaga kerja Idonesia (TKI) sudah makin menurun jumlah pengaduan kasus TKI permasalahan dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, BLK Makassar Fair 2018 yang berlangsung 17 - 18 Oktober 2018 menghadirkan pameran 37 perusahaan industri dan 83 perusahaan job fair yang turut berpartisipasi.
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar