
Jembatan Luyo Belum Diperbaiki

Polman, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Jembatan Luyo di Desa Tenggeleng, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar hingga terbengkalai dan belum mendapatkan perbaikan.
Pantauan, Rabu, melaporkan, kondisi jembatan tersebut sangat parah tidak dapat lagi digunakan dan reruntuhan bekas jembatan lama masih tergeletak di sekitarnya.
"Jembatan tersebut ambruk saat banjir bandang terjadi pada Januari lalu, dan sampai sekarang belum diperbaiki," ujar salah seorang warga Desa Tenggeleng, Ilham, di Polman.
Bahkan, kata dia, hingga saat ini belum ada material yang disediakan untuk melakukan pembangunan jembatan. Padahal, kerusakannya sudah terjadi cukup lama.
Ia menuturkan, jembatan yang memiliki panjang 200 meter tersebut menghubungkan antara Desa Tenggelang dengan Desa Luyo, dan menjadi satu-satunya jalan menuju jalan poros.
"Karena belum ada jembatan, kami terpaksa harus menyeberangi sungai yang memiliki kedalaman sekitar 30 sentimeter," ujarnya.
Ia mengatakan, jika terjadi hujan yang cukup deras, maka kedalamannya bisa mencapai satu hingga dua meter, sehingga sama sekali tidak bisa dilalui.
Kondisi tersebut, lanjutnya, pernah terjadi beberapa hari lalu, saat terjadi hujan deras dan mengakibatkan warga di Desa Tenggeleng menjadi terisolir.
Satu-satunya sarana yang digunakan untuk keluar dari desa adalah dengan menggunakan rakit yag dibuat dari bambu dan pohon pisang.
"Sudah dua hari terakhir, kami masih bisa melintasi sungai tersebut dengan menggunakan motor, akan tetapi tetap merasa resah jika nanti terjadi hujan deras," tuturnya.
Ia mengatakan, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman melakukan perbaikan sejak dulu, karena sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana.
"Minimal pemerintah bisa membangun jembatan darurat yang bisa digunakan oleh warga pada saat debit air sungai mengalami peningkatan. Nanti pada tahun berikutnya, barulah dibangun jembatan permanen," ucapnya.
(T.PSO-103/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
