Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Usul Dua Jalan Alternatif di Palopo

Kamis, 19 November 2009 08:08 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Komisi E DPRD Sulsel mengusulkan pembangunan satu dari dua jalan alternatif yang menghubungkan Kota Palopo dengan Kabupaten Toraja Utara (Torut) untuk segera direalisasikan.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel Paulus Tandiongan di Makassar, Kamis, mengatakan, salah satu dari jalan alternatif tersebut harus dibangun pada tahun anggaran 2010 untuk mendukung jalan poros Palopo-Toraja yang terputus akibat bencana longsor (9/11).

"Hasil kunjungan Komisi E di sana, terdapat jalan alternatif I yang menjadi prioritas yakni poros Lembang Karre - Bua, apalagi jalur ini sudah ada sisa diperlebar dan diaspal, panjangnya hanya 39 kilometer (km)," katanya.

Menurut dia, membangun jalur lewat Lembang Karre, Kecamatan Nanggala, Torut tembus di Bandara Bua, Kabupaten Luwu, sangat efektif karena dekat dan tidak terlalu banyak tikungan, di samping membuka keterisolasian masyarakat di sekitar jalur tersebut.

Sedangkan jalan alternatif II adalah jalur Bokin-Bua yang sudah digagas sekitar 50 tahun lalu dengan panjang 40 km. Jalur ini juga menghubungkan Kecamatan Rantepao, Torut dengan Bandara Bua, Luwu.

Politisi asal Tator ini menyebutkan dua jalur alternatif tersebut jauh lebih aman dan dekat dibanding dengan jalur lama yang rawan longsor. Jalur Ralopo-Rantepao (ibu kota Torut) sepanjang 63 km terkenal dengan tukungan-tikungan tajamnya.

Data Dinas Bina Marga Sulsel mencatat terdapat 200 titik longsor di jalur ini termasuk 20 titik yang rusak berat dan membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk memperbaikinya.

Karena sifatnya darurat, kata dia, pemerintah pusat harus memberikan bantuan anggaran kepada pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun kembali jalan ini.
(T.PSO-099/R007)