
DPRD Pertanyakan Anggaran Beasiswa Rp20 Miliar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Anggaran DPRD Sulawesi Selatan mempertanyakan dana sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa S1, S2 dan S3 pada plafon anggaran sementara APBD 2010 yang diajukan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD)
"Seharusnya ada penjelasan rinci mengenai kriteria mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa itu, apakah dia tidak mampu dan berprestasi," kata Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel Ajeip Padindang di Makassar, Jumat.
Menurut dia, pemerintah provinsi juga harus memikirkan target yang ingin dicapai dengan memberikan beasiswa melalui bantuan hibah misalnya, atau melahirkan tanaga ahli di bidang pengelolaan rumput laut.
"Untuk apa kita mengeluarkan anggaran yang besar jika nantinya mereka tidak bisa mengabdikan dirinya untuk membangun Sulsel. Bagaimana pula dengan beasiswa-beasiswa lain seperti dari BUMN," katanya.
Sekretaris TAPD Sulsel Yushar Huduri mengatakan pemerintah provinsi melalui dinas pendidikan sudah dua tahun terakhir memberi beasiswa dan meningkatkan anggarannya pada APBD 2010.
"Saya tidak tahu pasti bagaimana teknisnya, karena ini adalah peogramnya dinas pendidikan. Yang jelas tahun ini kami menyiapkan dana beasiswa sekitar Rp20 miliar, termasuk untuk 100 program S3 luar negeri," katanya.
Pada acara dies natalis ke 48 Universitas Negeri Makassar (UNM) beberapa waktu lalu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan selama lima tahun kepemimpinannya akan menghasilkan 500 doktor (S3) lulusan luar negeri melalui jalur beasiswa.
Ia mengatakan selama 2009 dinas pendidikan telah menggulirkan 1.000 beasiswa kepada mahasiswa dan akademisi, termasuk kepada 100 akademisi S3 di berbagai perguruan tinggi di Sulsel.
(T.PSO-099/M008)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
