Logo Header Antaranews Makassar

Pemanfaatan DAK Pendidikan di Makassar Belum Optimal

Jumat, 27 November 2009 14:57 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2009 untuk sektor pendidikan di Kota Makassar belum optimal, karena realisasinya baru sekitar 30 persen hingga November 2009.

"Dari total DAK Rp13 miliar lebih, yang tersalur baru sekitar 30 persen saat ini," ungkap Manager Program Pemantauan DAK Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi Selatan Madjid Batti di Makassar, Jumat.

Hasil pantauan Kopel sejak Juli 2009 tercatat sekitar 33 sekolah yang di temukan menerima DAK dari 110 sekolah di Makassar.

Dia mengkhawatirkan, keterlambatan pemanfaata DAK itu akan berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar dan rehabilitasi infrastruktur sekolah seperti gedung maupun pengadaan bangku dan meja bersumber dari anggaran APBN tersebut,

Data di KOPEL Sulsel menyebutkan, lemahnya pemanfaatan DAK di Makassar dipengaruhi adanya keterlambatan pencairan dari Pemerintah Pusat. "Sepanjang tahun ini pencairan DAK Makassar baru terlaksana pada Oktober 2009." keluhnya.

Padahal, DAK itu seharusnya telah disalurkan Januari 2009, namun keterlambatan penyelesaian pendataan sekolah penerima DAK dari Dinas Pendidikan Kota Makassar juga menjadi penyebab terjadinya keterlambatan itu.

Selama proses pemantauan, Kopel Sulsel juga menemukan sejumlah sekolah tingkat dasar di Makassar yang seharusnya menerima DAK tidak masuk dalam daftar sekolah penerima DAK seperti SD Negeri Sudirman, SD Ujung Pandang Baru, dan SD yang terdapat di Kecamatan Manggala.

"Beberapa sekolah memang kami temukan cukup memprihatinkan, seharusnya kondisi itu harus terdata dalam daftar penerima DAK," ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud BM di tempat terpisah membantah pemanfaatan DAK pendidikan di Makassar baru sekitar 30 persen.

"Data Diknas Makassar mencatat penggunaan DAK telah mencapai sekitar 50 persen. Memang ada keterlambatan, itu bukan kesalahan kami tetapi pencairannya memang lambat," ujarnya.

Untuk mempercepat proses pemanfaatan DAK 2009 Diknas Makassar telah membentuk tim khusus untuk mempercepat proses pencairan DAK, selain mempercepat proses pencairan, tim ini juga memantau pemanfaatan DAK diseluruh sekolah penerima.

Diharapkan keberadaan tim khusus ini mampu mengawasi penggunaan DAK tersebut apakah sudah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) Departemen Pendidikan Nasional, yang diantaranya dipergunakan untuk perbaikan gedung, pengadaan meja dan kursi, serta perbaikan saluran sanitasi sekolah.

(T.PK-HK/S016)