Logo Header Antaranews Makassar

Harga Hewan Kurban di makassar Masih Tinggi

Senin, 30 November 2009 06:48 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tiga hari pascahari raya Idul Adha 1430 hijriah, harga hewan kurban yakni kambing dan sapi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih tinggi.

"Untuk satu ekor kambing ukuran sedang ditebus Rp1,3 juta, sedangkan sapi dengan berat 70 kilogram (kg) masih dijual Rp6,25 juta perekor," kata Syafaruddin, seorang pembeli hewan kurban di Jalan Sembilan, Makassar, Senin.

Menurut dia, seharusnya pedagang sudah mulai menurunkan harga hewan kurban karena permintaan juga sudah menurun, sementara stok hewan kurban masih cukup banyak.

Menanggapi hal tersebut, pedagang kambing di Jalan Sembilan, Makassar H Hasan mengatakan, meskipun permintaan sudah mulai berkurang namun masa pemotongan hewan kurban ini biasanya hingga akhir bulan Dzulhijjah atau bulan haji.

"Sehingga peluang penjualan hewan kurban masih ada. Selain itu, harga kambing yang dibeli dari peternak juga cukup tinggi, sehingga stok yang ada masih dijual dengan harga rata-rata Rp1,3 juta perekor," katanya.

Hal senada dikemukakan penjual sapi di Jalan Sunu, Makassar H Badar yang mengatakan, stok sapi yang belum terjual hingga saat ini dibeli dengan harga Rp6,1 juta di tingkat peternak untuk sapi yang berbobot 70 kg.

Sehingga untuk menutupi biaya pemeliharaan dan pakannya, sapi itu dijual eceran dengan harga Rp6,2 juta hingga Rp6,5 juta perekor.

"Selain itu, kami juga harus menyisihkan biaya gaji karyawan yang menunggui sapi itu dari pagi hingga sore hari, sehingga itu menjadi pertimbangan mengapa harga sapi masih tetap tinggi," katanya.

(T.S036/R007)