Logo Header Antaranews Makassar

DEN Data Potensi Energi Sulsel

Senin, 30 November 2009 11:16 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Dewan Energi Nasional (DEN) mendata potensi dan permasalahan pengembangan sumber energi alternatif di Sulawesi Selatan sebagai bahan untuk melakukan revisi kebijakan energi nasional.

"Kedatangan kami disini untuk mengumpulkan data potensi alam yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif, khususnya tenaga kelistrikan yang cukup mendesak dilakukan saat ini," kata anggota Dewan Energi Nasional Herman Darnel Ibrahim saat melakukan pertemuan dengan pemerintah, BUMN dan BUMD di Makassar, Senin.

Menurut dia, sejumlah daerah termasuk Sulsel akan didata sumber potensi alam dan juga permasalahan-permasalahan apa yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan energi di daerah.

Perwakilan Anggota DEN lainnya Ir. Mukhtasor, M.Eng dalam kesempatan itu menjelaskan, DEN dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Pasal 12, Pasal 13 dan Pasal 14, telah dibentuk Dewan Energi Nasional (DEN) yang terdiri atas pimpinan dan anggota.

Pimpinan DEN terdiri atas Ketua (Presiden RI), Wakil Ketua (Wakil Presiden RI), sedangkan Ketua Harian adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Hasil kunjungan kami di sejumlah daerah termasuk Sulsel akan dilaporkan ke Presiden," katanya.

Menanggapi kedatangan Dewan Energi Nasional, pemerintah provinsi Sulsel melaporkan epeuluh potensi alam serta kendala-kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam memanfaatkan sumber energi itu untuk kepentingan masyarakat di wilayah ini.

Kepala Dinas Energi dan Pertambangan Sulsel Gunawan Palaguna menjelaskan, dari 10 pengelompokan sumber energi di Sulsel, hanya gas alam yang belum termanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Sulsel.

Dia menyebutkan, energi primer di daerah selatan Sulawesi Selatan seperti, panas bumi, minyak bumi, biomassa, dan batubara yang terdapat di kabupaten Bulukumba dan Jeneponto belum termanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi listrik.

Demikian pula potensi angin yang cukup besar di daerah kepulauan Selayar, ungkap Gunawan bisa di manfaatkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).

Selain itu, energi biomass yang dapat diperoleh dari sektor pertanian dan perkebunan Sulsel seperti tongkol jagung juga dianggap memiliki potensi yang cukup besar di kembangkan di daerah ini.

"Kami juga tengah mengembangkan pemanfaatan energi biogas dari kotoran ternak yang dilakukan di daerah-daerah di Sulsel," kata dia.

(T.PK-HK/S016)