
PSM Makassar Kena Sanksi Beruntun

Makassar (ANTARA Sulsel) - PSM Makassar dapat sanksi beruntun dari Komdis PSSI, menyusul aksi tak terpuji salah seorang oknum panpel yang memukul wasit Jajat Sudrajat saat PSM melakoni partai kandang melawan Persija Jakarta di Stadion Mattalatta, Makassar (6/12).
Akibat aksi pemukulan itu, maka PSM kembali dikenai sanksi partai usiran tanpa penonton pada dua laga berikutnya melawan Persela Lamongan (20/12) dan Persjap Jepara (23/12), kata Sekretaris Panpel PSM Jaffri Y Timbo di Makassar, Senin.
"Ini adalah hukuman ketiga musim ini setelah sebelumnya mendapat sanksi serupa saat menjamu Persija Jakarta, akibat ulah penonton yang melempar kearah tim tamu PSPS Pekanbaru," ujar Jaffri yang menghadiri rapat dengan Komdis PSSI di Jakarta.
Manajemen PSM sangat menyesalkan hukuman berat ini, karena selain merugikan tim, juga bagi panpel karena kehilangan pendapatan dari hasil penjualan karcis tanda masuk.
Hukuman sebelumnya, hanya bermain tanpa penonton, tetapi untuk dua partai berikutnya lebih berat lagi karena Komdis memutuskan PSM tidak boleh bermain di Stadion Andi Mattalatta, tetapi harus di luar daerah dengan jarak minimal 100 km dari Kota Makassar tanpa penonton.
Partai usiran ini sangat berat dan merugikan tim akibat ulah oknun tak bertanggungjawab yang tidak mengindahkan imbauan agar tidak melakukan aksi yang bisa merugikan tim maupun panpel.
Untuk dua partai kandang sebelum melakoni partai usiran yakni melawan Pelita Jaya pada Minggu (6/12) dan menjamu Persitara Jakarta Utara Rabu (9/12) PSM tetap bermain di Stadion Andi Mattalatta, tutur Jaffri.
Manajemen PSM hingga saa ini belum memutuskan tempat pertandingan usiran tersebut, namun salah satu pilihan adalah stadion Mandiri Parepare berjarak 155 Km dari Makassar seperti pada partai usiran beberapa tahun lalu, tambanya.
Sementara itu, pelatih Hanafing menyatakan pasrah dengan keputusan Komdis PSSI tersebut dan siap menggelar partai hukuman itu dimana pun manajemen kehendaki, baik di Sulsel maupun di luar provinsi.
Hukuman ini sudah jadi resiko sebuah tim yang tengah megikuti kompetisi, sehinga apapun keputusan Komdis harus dilaksanakan manajemen dan tim yang bersangkutan, ujar Hanafing.
(T.S016/F002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
