Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Sulsel Dukung Parade Militer

Selasa, 8 Desember 2009 12:05 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - DPRD Sulsel menyetujui parade militer yang diselenggarakan TNI pada Hari Nusantara bersamaan dengan peringatan hari anti korupsi se-dunia 9 Desember 2009.

"Seminggu yang lalu DPRD menerima surat dari TNI mengenai parade militer, ini adalah bagian terpisah dan tidak ada hubungannya dengan peringatan hari anti korupsi," kata Wakil Ketua DPRD Sulsel A Akmal Pasluddin saat menerima pengunjuk rasa yang menamakan Cicak Merah di Makassar, Selasa.

Menurut dia para demonstran yang hendak turun ke jalan tidak perlu mempermasalahkan parade militer karena tidak punya hubungan, apalagi parade selesai sebelum massa turun kejalan memperingati hari anti korupsi.

Pernyataan tersebut dikemukakan Akmal menjawab desakan pengunjuk rasa yang menginginkan pernyataan DPRD Sulsel apakah menolak atau menerima adanya intimidasi militer dalam pengamanan hari anti korupsi.

Akmal yang juga legislator PKS hanya menyebutkan, mendukung kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat sebagaimana diatur dalam Undang Undang.

Massa Cicak Merah yang terdiri atas lima organisasi pekerja dan buruh, serta mahasiswa dari Aliansi Rakyat Mahasiswa Demokratik (Armada) dan Ikatan Mahasiswa Hukum Bone (MHB) menyatakan menolak parade militer yang diselenggarakan di hari anti korupsi.

"Kami menolak apabila masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya mau diancam dan dibombardir dengan senjata," ujar koordinator lapangan William.

Mereka menilai simulasi perang dan penempatan penembak jitu adalah upaya untuk menakut-nakuti rakyat sama dengan cara mengancam demokrasi.

Selain itu, mereka menuntut panitia khusus (pansus) Bank Century mengusut tuntas aliran dana dari Bank Indon1esia Rp6,7 triliun.

(T.PSO-099/S016)