
Bulog Beli Beras Produksi Petani Buru

Ambon (ANTARA Sulsel) - Perum Bulog Devisi Regional (Divre) Maluku membeli beras produksi para petani di pulau Buru guna menyangga kebutuhan masyarakat setempat dan Buru Selatan pada 2009.
Kepala Perum Bulog Divre Maluku, Nono Sudiyono di Ambon, Rabu mengatakan, pihaknya sudah membeli 2.955 ton dari target pengadaan sebanyak 3.000 ton pada 2009.
Beras produksi petani di pulau Buru itu dibeli Bulog dengan harga Rp4.600 per kg, sedangkan harga beras Bulog di pasaran Ambon saat ini Rp5.000 per kg.
"Kami pada 2010 menargetkan pembelian beras produksi petani Buru sebanyak 5.000 ton guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat maupun Buru Selatan yang baru dimekarkan pada 16 September 2008," ujar Nono.
Beras dari pulau Buru awalnya diprogramkan dipasok juga ke Ambon, ibu kota provinsi Maluku, hanya saja produksinya relatif masih terbatas dan baru mampu menyangga kebutuhan masyarakat dua kabupaten tersebut.
Disinggung kualitas beras produksi pulau Buru, menurut Nono, cukup baik sehingga digemari masyarakat di Ambon. Kebutuhan beras masyarakat Maluku masih mengandalkan pasokan dari Surabaya , Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan yang diangkut dengan memanfaatkan jasa kapal cargo maupun kontainer.
Produksi beras yang dikembangkan para petani di daerah lain seperti di Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan dataran Pasahari, kabupaten Maluku Tengah juga hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat sehingga masih mengandalkan pasokan dari Surabaya dan Makassar, ujar Nono.
Sedangkan Kadis Pertanian Buru, Mahmud Tan mengatakan,pengembangan sawah di dataran Waeapo masih terbentur kekurangan traktor tangan dalam upaya penerapan mekanisasi.
Petani di Waeapo masih membutuhkan traktor tangan sebanyak 700 unit untuk pengolahan 5.453 hektare sawah karena baru tersedia 300 unit, katanya.
Ia mengatakan pengembangan sawah di Buru diprogramkan seluas 10 ribu hektare pada 2010, hanya masalah traktor tangan untuk penerapan mekanisasi guna mendorong peningkatan produksi itu harus diatasi.
"Kami juga telah meminta dukungan dari Pemprov Maluku soal kesulitan lain seperti sarana/prasarana irigasi, jalan-jalan usaha tani serta mesin perontok dan pengering gabah juga telah disampaikan ke Pemprov Maluku," kata Machmud Tan.
(T.PSO-118/S004)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
