
Unhas Akan "Keroyok" Toraja Utara

Rantepao, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Universitas Hasanuddin (Unhas) akan "mengeroyok" Kabupaten Toraja Utara untuk mendukung kabupaten yang baru berusia setahun itu menjadi kabupaten pendidikan sesuai obsesinya pada masa mendatang.
Tidak ada alasan lain bagi Unhas kecuali membantu daerah itu dengan potensi yang ada.
Di Unhas banyak potensi sumber daya manusia yang handal oleh sebab itu tidak ada pilihan lain kecuali membantu Toraja yang merupakan aset bersama di Sulawesi Selatan, kata Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi ketika membuka Rapat Kerja Unhas di Rantepao, Tanatoraja, Sulsel, Jumat.
Rapat yang berlangsung hingga Sabtu petang itu, menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Prof Dr Ir Mursalim, diikuti sekitar 230 mahasiswa, utusan seluruh anggota Senat Guru besar, dan pejabat di lingkungan universitas dan fakultas.
Menurut Rektor Unhas, sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia, kewajiban semua pihak, termasuk Unhas mengembangkan sektor pariwisata. Banyak potensi yang dapat diperjuangkan dan diusahakan bersama.
"Toraja ini indah dan sejuk, hanya perlu dipikirkan bagaimana orang mau mengunjungi Toraja berkali-kali," kata Rektor, kemudian meminta kepada seluruh pakar Unhas agar dapat bersama-sama memikirkan pengembangan Toraja Utara pada masa mendatang.
Pejabat Bupati Toraja Utara Drs Y.S. Dalipang mengatakan, pilihan Unhas terhadap Kabupaten Toraja Utara sebagai lokasi rapat kerja diharapkan dapat membawa rezeki, khususnya bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Toraja Utara.
"Toraja Utara ini hanya memiliki sumber daya alam, hanya berkendala belum dikembangkan," kata Dalipang.
Dia menjelaskan, Kabupaten Toraja Utara sudah mencanangkan daerah ini sebagai kabupaten pendidikan yang diresmikan Gubernur Sulsel. Ia berharap Unhas dapat memberikan petunjuk bagi terselenggaranya upaya Toraja Utara sebagai kabupaten pendidikan.
"Tentu ada master plan dan payung hukum tentang rencana itu. Toraja Utara saat ini betul-betul jadi perhatian, karena banyak pihak yang melaksanakan kegiatan raker di Toraja," katanya.
Menurut Bupati Toraja Utara, kunjungan wisatawan asing pasca Bom Bali II betul-betul mati suri. Berbeda dengan sebelumnya. Sejak Oktober 2008 dilaksanakan event Lovely December, kunjungan wisatawan naik 20-25 persen.
Lovely December, kata Dalipang, dimaksudkan mengimbau masyarakat Toraja yang berada di luar Tana Toraja kembali ke daerah. Mengembalikan minat wisatawan berkunjung pascabom Bali II dan pada tahun yang akan datang program Lovely December akan diganti dengan Lovely Toraja.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
