Logo Header Antaranews Makassar

Janji Perjuangkan Program Bantaeng

Rabu, 23 Desember 2009 01:19 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Anggota Komisi Anggaran DPR-RI Tamzil Linrung berjanji akan memperjuangkan sejumlah program pembangunan yang sedang digalakkan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Janji anggota Komisi IX DPR-RI dari PKS itu dikemukakan kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, di Bantaeng, Selasa.

Tamzil DI didampingi Wakil Ketua I DPRD Bantaeng Darwis ST, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bantaeng Drs H Sahabuddin dan Prof Dr dr Najib Bustan,M.Ph, sedang Bupati Bantaeng didampingi Ketua Bappeda HM Yasin MT, Kadis Perindag Tamben Abd Rasyid, Kadis Perhubungan Muslimin, Kepala Kantor Kesbang M Yusuf, Kasatpol PP Abdi Sam dan sejumlah pejabat lainnya.

Menyimak penjelasan Bupati Nurdin Abdullah yang memaparkan potensi dan sejumlah program yang sedang berjalan, Tamzil Linrung mengatakan, kebijakan Pemda Bantaeng yang memberi perhatian pada infrastruktur yang dapat menunjang peningkatan kesejahteraan tersebut harus ditunjang oleh pusat.

Karena itulah, pihaknya berjanji akan memperjuangkan program yang dikemukakan bupati tersebut. "Program Pak Bupati sangat visioner karena itu saya akan berjuang pada APBN-P yang akan dibahas Februari 2010," ujarnya.

Menyinggung pengembangan pantai (Revitalisasi), dia mengatakan, bisa menggunakan dana ad-hock, meskipun sesungguhnya penggunaan dana semacam itu sangat tergantung kapada pengaturan bupati sendiri.

"Terserah nanti Pak Bupati, dananya mau ditempatkan dimana." urainya. Tentang pengurangan dana alokasi khusus (DAK) yang terjadi pada hampir semua kabupaten, Tamzil berjanji akan berjuang untuk mengembalikannya.

"Khusus untuk Bantaeng, saya akan berjuang minimal sama dengan tahun sebelumnya," tambahnya lagi.

Untuk Cekdam, ia mengatakan, akan mencarikan dana melalui tugas pembantuan ke departemen terkait. Demikian pula dengan rencana pembangunan pasar dan pencegahan abrasi pantai. "Kebetulan saya anggota penanggulangan bencana, jadi saya akan siapkan khusus untuk penanggulangan abrasi tersebut," tuturnya.

Ia juga mengemukakan rencana tambahan APBD Bantaeng yang hanya Rp377 miliar. "Minimal bisa bertambah Rp100 miliar," ucapnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah mengemukakan sejumlah proyek yang sedang berjalan. Proyek tersebut antara lain pembangunan instalasi air bersih (IPA) PDAM Barua bernilai Rp12 miliar akan Desember ini.

Cekdam Balang Sikuyu menelan anggaran Rp14 miliar dan akan berfungsi ganda. Selain mencegah banjir pada musim hujan, juga berfungsi sebagai penyimpan air pada musim kemarau.

Cekdam yang mampu menampung air 160 ribu meter kubik ini juga akan menjadi tempat wisata baru dan menjadi tempat pengembangan ikan air tawar.

Bupati Bantaeng juga mengemukakan keterbatasan lahan pertanian. Untuk mencegah terjadinya alihfungsi lahan menjadi perumahan, Pemda melakukan revitalisasi pantai untuk mengembalikan tanah yang hilang akibat abrasi.

Hingga saat ini, sudah lima hektar yang sudah dikembalikan dengan dana Rp16 miliar. Nurdin Abdullah berharap, Panitia Anggaran (Panggar) DPR-RI juga bisa membantu untuk pengembalian tanah tersebut.

Khusus lahan yang sudah siap, dijadwalkan Januari 2010 akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan hotel dan gedung baru Rumah Sakit Prof Anwar Makkatutu. Kehadiran kedua investasi tersebut diharapkan menjadi ikon Kota Bantaeng, terangnya.

Rumah sakit yang akan dibangun tersebut merupakan rumah sakit moderen dan menjadi rujukan di wilayah bagian selatan Sulsel. Untuk menunjang program tersebut Pemda Bantaeng sudah menjalin kerjasama dengan rumah sakit di Jepang, Universitas Pajajaran (Unpad) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kerjasama tersebut sudah diuji coba dalam bentuk bakti sosial operasi celah bibir bekerjasama dokter Jepang, Unpad dan Unhas. "Kita tinggal menunggu fisik bangunan sebab sasarannya tidak hanya masyarakat di bagian selatan Sulsel tapi juga tidak tertutup kemungkinan dari Makassar," ujarnya.

(T.PSO-099/F003)