Logo Header Antaranews Makassar

Tokoh Agama Doa Bersama di Toraja Utara

Sabtu, 26 Desember 2009 13:28 WIB
Image Print

Rantepao, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Empat tokoh Agama di Tana Toraja menggelar doa bersama dalam perayaan "Lovely Desember" di Lapangan Kodim Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Doa yang menampilkan tokoh-tokoh agama di Toraja Utara yakni dari perwakilan berbagai elemen agama mulai dari Islam, Katolik, Pantekosta, hingga aliran kepercayaan masyarakat setempat "Aluk Todolo".

Ajaran Aluk Todolo merupakan kepercayaan masyarakat asli Toraja yang masih dipeluk oleh sebagian masyarakat Toraja saat ini, salah satu contoh kebiasaan yang masih dipegang oleh penganut aluk todolo adalah tidak memakan nasi pada saat upacara rambu solo' (pesta kematian).

Doa bersama dalam kegiatan "Lovely December" itu di hadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Pariwisata Depbudpar, I Gusti Putu Laksaguna, Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, Bupati Tana Toraja Amping Situru bersama dengan unsur muspida dan masyarakat Toraja.

Doa bersama yang dilakukan secara bergiliran oleh masing-masing tokoh-tokoh agama itu tampak memberikan suasana khidmad di lapangan Kodim Rantepao, terlihat masyarakat dan wisatawan baik mancanegara maupun domestik turut larut dalam doa-doa yang dihadirkan dalam kegiatan itu.

Permohonan doa yang dilakukan secara bergantian itu mengangkat pokok-pokok doa dari keempat tokoh-tokoh agama itu yang meminta perjalanan pemerintahan bisa berjalan baik serta rasa kebersamaan antar umat beragama bangsa Indonesia tetap terjaga.

Data Pemkab Tana Toraja menyebutkan masyarakat Toraja yang didominasi agama Protestan yang mencapai 65,15 persen, yang kemudian agama Katolik 16,97 persen, Islam 5,99 persen dan Hindu Toraja (Aluk To Dolo) 5,99 persen.

Lagu-lagu masyarakat Tana Toraja juga turut dilantunkan dalam perayaan yang telah masuk dalam kalender wisata nasional itu, bahkan dalam kegiatan itu paduan suara toraja utara yang mendapat medali emas pada pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Samarinda turut hadir dalam kegiatan tersebut.

(T.PK-HK/S016)