Logo Header Antaranews Makassar

Krisis Listrik Sulsel Berakhir Maret

Selasa, 29 Desember 2009 04:42 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Krisis listrik yang melanda Sulsel dan daerah sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir akan berakhir pada Maret 2010.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Hery Suheri Attas di Makassar, Senin, memastikan bantuan mesin diesel berkapasitas 130 Mega Watt (MW) dari PLN Pusat seluruhnya sudah beroperasi Maret.

"Kami akan memantau PLN, mengawasi hadirnya genset-genset. Sehingga pada Maret 2010 tidak ada lagi pemadaman bergilir, semua mesin diesel sudah beroperasi, PLTA Bakaru dan PLTG Sengkang sudah normal," katanya.

Kata dia, mesin diesel tersebut ditempatkan di beberapa lokasi pembangkit listrik seperti di Jeneponto, Takalar, Maros dan Makassar, saat ini sudah beroperasi 35 MW serta 90 MW lainnya sementara dalam konstruksi (pemasangan), sisanya menunggu didatangkan dari pusat.

Meski begitu, Hery mengatakan jika Sulsel tetap membutuhkan tambahan listrik sekitar 400 MW - 500 MW, untuk melayani 80 ribu daftar tunggu sambungan baru maupun untuk mendukung perkembangan industri.

Dia juga menyarankan kepada PLN agar selalu menyiapkan energi cadangan minimal 60 MW yang akan digunakan pada kondisi darurat.

Politisi PDK ini juga meminta kepada swasta yang diberi kewenangan mengelola pembangkit listrik menyiapkan tenaga listrik tepat waktu.

PLTG Sengkang, Kabupaten Wajo akan menambah mesin pembangkit baru berkapasitas 60 MW pada Oktober 2010 dan 60 MW pada Oktober 2010. Sementara PLTB Barru pada 2010 juga akan membangun pembangkit baru sebesar 2 x 50 MW.

(T.PSO-099/S016)