Jokowi ungkap jurus rahasia tak gampang sakit

id Presiden Jokowi,rahasia sehat,wartawan istana

Jokowi ungkap jurus rahasia tak gampang sakit

Jokowi ungkap empat jurus rahasia tak gampang sakit (Biro Pers Istana)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengungkap empat jurus rahasianya agar tidak gampang sakit dan terus aktif melakukan banyak kegiatan nyaris tanpa henti.

“Rahasianya ada empat, yang pertama minum temulawak setiap pagi. Kalau mau agak enak campur jahe sedikit. Itu yang pertama,” kata Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama para wartawan yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan di Restoran D'Cost VIP di bilangan Abdul Muis, Jakarta, Selasa.

Jokowi sudah beberapa kali mengungkap rahasia jamu temulawak itu kepada wartawan, namun menurut dia belum banyak yang mengikuti jejaknya.

Rahasia keduanya yakni mengendapkan pikiran ketika banyak persoalan yang tidak juga terselesaikan.

“Bahasa Jawanya ngendepke pikir, saat banyak persoalan tidak selesai endapkan pikiran. Itu saja, mengendapkan pikiran,” ujarnya.

Hal itulah, kata dia yang membuatnya kemudian tidak banyak curhat kepada orang lain yang kerap malah menjadikan suatu masalah menjadi lebar dan justru tidak terselesaikan.

Saat ditanya wartawan apakah ia banyak curhat kepada sang istri Iriana Joko Widodo, Jokowi hanya menggelengkan kepala.

“Mengendapkan pikiran saja,” katanya sambil tersenyum.

Kemudian rahasia sehatnya yang ketiga yakni tidur yang cukup dalam setiap kesempatan yang memungkinkan.

“Tidur banyak. Bukan banyak tidur ya. Dalam perjalanan di mobil 15 menit, di pesawat setengah jam. Itu cukup,” katanya.

Hal terakhir yang membuatnya senantiasa sehat selama hampir lima tahun menjabat sebagai Presiden RI yakni banyak bersyukur.

“Bersyukur, ini gampang diucapkan tapi sulit dilakukan,” tambahnya.

Jokowi mengaku sangat bersyukur dalam hampir lima tahun terakhir, ia tidak pernah mengalami sakit yang mengganggu.

“Kalau sudah mulai terasa tidak enak, saya langsung istirahat, langsung tidur,” ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar