
Mahasiswa STMIK Makassar Tewas Ditikam

Makassar (ANTARA Sulsel) - Seorang mahasiswa Stmik Dipanegara, Ikhsan (20) warga pelita raya delapan Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar menjadi korban penikaman oleh belasan pemuda yang tidak dikenalnya.
Ketua RT 04, Kelurahan Buakana, Yahya (50) di Makassar, Sabtu, mengatakan, penikaman yang dilakukan oleh sekelompok pemuda ini merupakan salah sasaran, karena korban merupakan sosok yang ramah.
"Sebenarnya korban adalah salah sasaran karena sebelum kejadian belasan pemuda yang sedang mabuk itu sudah menunggunya di ujung gang jalan," katanya.
Dirinya menceritakan, pada malam harinya suasana di Jalan Pelita delapan kondisinya sedang sunyi karena hujan yang mengguyur kota Makassar sejak sorenya membuat sebagian warga lebih memilih tinggal di dalam rumah, apalagi kejadiannya sekitar pukul 22.00 Wita.
Zainuddin (23) salah seorang pekerja bangunan asal Kabupaten Jeneponto, Sulsel, dirinya sempat dicegat oleh belasan pemuda yang mengendarai motor tersebut di ujung gang jalan.
"Orang itu bertanya sama saya, kamu anak lorong ini, kemudian saya menjawab bukan, saya tukang bangunan asal Kabupaten Jeneponto," katanya.
Setelah menjawab pertanyaan belasan orang pemuda itu, Zainuddin pun disuruh masuk ke gubuk yang telah dibuatnya di samping bangunan baru tersebut.
Tidak lama berselang korban bersama adiknya keluar rumah dan belasan pemuda itu mencegatnya sambil bertanya, "kamu anak lorong ini" dan dijawab oleh korban "iya". Usai menjawab pertanyaan itu, adik korban langsung dipukul dengan botol minuman pada bagian kepalanya.
Sementara korban sendiri yang melihat adiknya dianiaya langsung melawan dan akhirnya ditikam pada bagian perut bagian kanannya. Usai menikam belasan pemuda itu langsung kabur dan adik korban berteriak hingga mengundang warga setempat.
Adanya informasi yang menyebutkan jika para pemuda itu berambuk cepak langsung ditanggapi oleh Komandan Kodim (Dandim) 1408/BS Letkol Marga taufiq.
"Saya tidak mendapat informasi dari mana yang menyebutkan berambuk cepak, yang jelas kedatangan saya kemari karena korban adalah anak dari anggota saya, Serma Pattasila anggota Kodim 1408/BS," tegasnya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kasus penikaman yang menewaskan anak dari anggotanya itu.
Ditambahkan ketua RT setempat, Yahya, dirinya mengakui jika para pemuda di Pelita delapan ini sekitar lima hari lalu pernah bertikai dengan para pemuda di Jalan pelita raya, namun pihaknya tidak bisa memastikan pemuda warga Pelita berapa yang terlibat pertikaian itu.
(T.PK-MH/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
