
Gubernur Tanggapi Dingin Isu Melemahkan Program Pemprov

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh hanya menanggapi dingin adanya isu upaya melemahkan semua bentuk program yang telah dicanangkan pemerintah provinsi sejak tiga tahun terakhir di wilayah itu.
"Jika ada oknum kepala daerah di kabupaten yang berupaya mengeluarkan pernyataan yang bermuara untuk melemahkan program pemprov seperti program Gerakan Nasional Peningkatan dan Produksi Mutu Kakao (Gernas Pro-Kakao) dan program Bangun Mandar, kita tak perlu menanggapi serius, namun isu tersebut, mestinya kita lawan dengan cara memperlihatkan kerja nyata," kata Gubernur Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Senin.
Menurutnya, isu yang sengaja melemahkan dua program yang telah dicanangkan sejak menahkodai Provinsi Sulbar tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, namun yang terpenting adalah bagaimana upaya pemprov untuk dapat memberikan bukti nyata kepada masyarakat akan manfaat kedua program tersebut yang telah kita laksanakan bahkan sebagian besar telah dirasakan manfaatnya oleh petani kakao di Sulbar.
"Kondisi masyarakat kita saat ini tidak lagi seperti yang dulu-dulu, mudah dihasut dan mudah diadu domba, akan tetapi masyarakat sekarang ini sudah cerdas dan mengetahui apa manfaat dari dua program yang kita perjuangkan saat ini yang muaranya untuk kepentingan rakyat," tuturnya.
Gubernur mengatakan, niat tulus dan kerja keras akan mengalahkan isu yang berupaya melemahkan kedua program tersebut yang menuding bahwa kedua program itu pesimis bisa berjalan maksimal, sehingga diharapkan, kepala SKPD lebih termotivasi untuk mensukseskan dua program pro rakyat sehingga pernyataan itu dapat terbantahkan dengan sendirinya.
"Isu melemahkan program ini akan kami lawan dengan cara berupaya mengentaskan kemiskinan melalui sukses terhadap dua program itu," kata Gubernur.
Oleh karena itu, lanjutnya, segenap SKPD dilingkup Pemprov Sulbar tetap menyatukan pikiran, bekerja keras dan membangun kebersamaan dalam upaya menyukseskan dua program tersebut untuk kepentingan rakyat pada lima kabupaten.
"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana upaya Pemprov Sulbar untuk memangkas angka kemiskinan serta upaya mengurangi angka pengangguran dengan cara membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya," ujarnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
