Bupati: "Java International Folklore" buka era baru Kabupaten Temanggung

id jifolk temanggung,Java international folklore

Pementasan kesenian jaran kepang dari Temanggung mengawali pertunjukan seni pada Java International Folklore di Alun-Alun Temanggung. (Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Kegiatan "Java International Folklore" pada 12-14 Juli 2019 di Alun-Alun Temanggung untuk membuka era baru Kabupaten Temanggung yang modern dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia, kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq.

"Bersaing, khususnya di bidang penyelenggaraan pertunjukan seni budaya sebagai penunjang kegiatan kepariwisataan," katanya pada pembukaan Java International Folklore (Jifolk) di Alun-Alun Temanggung, Jumat malam.

Ia mengatakan dengan kegiatan Jifolk ini akan memberikan pengalaman baru, pengetahuan baru serta pancingan kepada para pelaku industri event, para pelaku seni budaya, para stakeholder untuk semakin meningkatkan mutu penyelenggaraan kegiatan even seni budaya yang lebih baik di masa depan sehingga memenuhi standar industri pariwisata.

"Melalui kegiatan ini pula kami berupaya mendorong gairah kreatifitas dan apresiasi seni di masyarakat sebagai bagian dari strategi kebudayaan dalam membangun Temanggung masa depan yang mampu bersaing bahkan mampu mengungguli daerah-daerah lain di Indonesia tanpa meninggalkan karakter dasar masyarakat dan akar tradisi dan budaya masyarakatnya, sebab genetika masyarakat Temanggung pada dasarnya adalah genetika kebudayaan," katanya.

Selain mengadakan kegiatan ini, katanya Pemerintah Kabupaten Temanggung tahun ini juga melakukan gerakan penguatan potensi lokal seperti mendorong kegiatan-kegiatan seni budaya di desa-desa agar semakin profesional dan memenuhi standar industri pariwisata.

"Kami juga mendorong jaran kepang agar diakui oleh UNESCO sebagai bagian salah satu warisan budaya dunia yang asli dari Kabupaten Temanggung," katanya.

Menurut dia mulai tahun ini Pemkab Temanggung juga mendirikan kelompok kuda lumping resmi milik pemerintah kabupaten yang bersama kegiatan ini pula secara resmi diluncurkan ke hadapan publik.

"Secara resmi kelompok kuda lumping itu saya beri nama Satria Bhumi Phala," katanya.

Ia menuturkan kegiatan Jifolk ini juga merupakan langkah awal untuk membangun percaya diri masyarakat Temanggung untuk semakin berprestasi di bidang seni dan kebudayaan dan berharap dari kegiatan ini akan lahir kegiatan-kegiatan lain yang profesional serta akan melahirkan lokal-lokal hero di bidang seni dan budaya untuk mewarnai Indonesia dan dunia.

"Dari Temanggung untuk Indonesia, dari Temanggung untuk dunia, kita berharap dengan event yang berkelas dunia para seniman dan budayawan yang juga berkelas dunia maka orang dari seluruh Indonesia, orang dari seluruh dunia akan berdatangan ke Temanggung. baik untuk berwisata, berbisnis maupun tinggal menikmati alam yang indah ini, sehingga akan meningkatkan pergerakan ekonomi yang berujung pada kesejahteraan masyarakat," katanya.

Jifolk hari pertama dengan menampilkan lima kesenian, yakni jaran kepang, kubro siswo, dan soreng dari Temanggung, kemudian kethek ogleng dari Wonogiri, dan barong dari Bali ini menarik perhatian masyarakat yang memadati Alun-Alun Temanggung. 
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar