"Cahaya" di balik kehadiran Jokowi di Geosite Sipinsur

id Presiden jokowi, kunjungan presiden jokowi di sumut, kunjungan jokowi di humbahas, jokowi di geosite sipinhur

"Cahaya" di balik kehadiran Jokowi di Geosite Sipinsur

Presiden Joko Widodo saat berada di Geosite Sipinsur, Humbang Hasundutan, Senin, (Antara Sumut/Donny)

Humbahas (ANTARA) - Jokowi akhirnya tiba di Geosite Sipinsur, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Senin (29/7), di kawasan perbukitan dengan pemandangan hamparan Danau Toba yang begitu eksotis.

Sampai di sana, Jokowi langsung disambut dengan nyanyian pelajar sekolah dasar yang sudah menantinya sejak siang. Rombongan baru datang sekira pukul 17.24 WIB.

Jokowi langsung menyapa mereka dan warga yang sudah berjubel. Kedatangan Jokowi untuk meninjau langsung geosite itu, sekaligus membahas soal pembangunan infrastruktur Danau Toba.

Bukan menuju satu ruangan, Jokowi bersama para menteri dan Gubsu Edy Rahmayadi bergeser menjauh dari kerumunan warga. Mereka turun melewati pagar pembatas di Sipinsur. Berdiri di atas pinggir jurang.

Jokowi lantas menunjuk ke beberapa arah. Sesekali dia memandang ke arah danau tepat ke Pulau Sibandang sambil berdiskusi dengan para menterinya.

Cukup lama mereka berdiskusi, sambil membahas dokumen yang dipegang mereka. Ternyata dokumen itu adalah rancangan konsep pembangunan Toba mendatang.

Usai diskusi, Jokowi menemui awak media. Dia langsung membahas soal perkembangan Toba sebagai destinasi superprioritas.

Kata Jokowi, pembangunan di Danau Toba butuh investasi besar. Dana APBN bakal dikombinasikan dengan para investor.

“Dulu (kita) memutuskan dan merencanakan pengelolaan Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang betul-betul berkelas. Tetapi produk di sini harus diperbaiki, brandnya harus diangkat. Sehingga betul- menjadi sebuah tempat yg wajib dikunjungi,” ungkap Jokowi.

Pembangunan bakal dikebut mulai tahun ini. Jokowi memprediksi pembangunan rampung di 2020.

"Ternyata tempatnya setelah di sekian waktu kita liat secara detil ada 28 destinasi yg seperti ini. Mulai dari sisi sejarah sisi budaya, air dan alam,” tegasnya.
 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar