
Dua Kader PDIP Bersaing di Pilkada Matra

Mamuju (ANTARA News)- Dua kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipastikan akan bersaing pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat (Sulbar) yang akan digelar Agustus 2010 mendatang.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulbar, Yusuf, di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, dua kader PDIP tersebut masing-masing Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPD) PDIP Sulbar, Ir. Abdullah Rasyid yang saat ini menjabat Bupati Mamuju Utara, dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), H. Agus Ambo Djiwa yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Matra.
"Dua kader PDIP ini dipastikan akan bersaing memperebutkan kursi bupati periode 2010-2015," katanya.
Ia mengatakan, dengan majunya dua kader terbaik PDIP di Pilkada Matra, pihaknya akan tetap mendukung calon yang direkomendasikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
"Kami tunduk pada aturan atau mekanisme yang diatur oleh partai, sehingga siapa pun yang kelak direkomendasikan oleh DPP, kami selaku kader partai akan mendukung secara bulat terhadap calon yang diamanahkan oleh DPP," jelasnya.
Ia mengatakan, sesuai dengan hasil Konfercab PDIP di kota ujung utara Sulbar belum lama ini, salah satu nama yang direkomendasikan partai adalah Ketua DPC Matra, Ir.Agus Ambo Djiwa.
"Kami yang ada di tingkat pengurus DPD PDIP Sulbar, tidak memiliki kewenangan mengusung nama untuk dimajukan di Pilkada. Kewenangan ada pada DPC yang berkompetensi mengajukan nama kandidat ke tingkat pengurus pusat," ujarnya.
Yusuf menambahkan, dua kader yang dibesarkan oleh PDIP ini akan berseteru di pilkada, sehingga diharapkan kader PDIP Matra tetap konsisten memberikan dukungan kepada figur yang diusung oleh partai.
"Pada prinsipnya, PDIP ingin meraih kemenangan dalam Pilkada Matra, sehingga kami meminta kader tetap menyatukan prinsip untuk meraih kemenangan guna memperjuangkan nasib rakyat Matra lima tahun mendatang," pintanya. (T.KR-ACO/I007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
