
Ditjen Imigrasi Tangani 1.185 Imigran Gelap

Makassar (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Imigrasi telah menangani 1.181 imigran gelap yang masuk ke Indonesia sebelum menuju negara tujuan mencari suaka politik seperti Australia dan Selandia Baru.
"Jumlah imigran gelap dari berbagai negara yang masuk Indonesia mencapai 1.181 orang mereka tidak memiliki dokumen resmi," kata Kepala Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM , Mudhor, di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, perlintasan manusia yang datang ke Indonesia terbagi dua, yakni pengungsi dan imigan gelap.
Umumnya, pengungsi mempunyai dokumen resmi serta bertujuan untuk mencari perlindungan karena di negaranya terjadi gejolak politik dan keamanan.
Sedangkan imigran gelap datang dari negara yang terjadi gejolak serupa dan mencari perlindungan di negara lain tanpa dilengkapi dokumen resmi.
Ia mengakui, Indonesia merupakan negara yang paling gampang dimasuki oleh imigran gelap karena mempunyai lautan yang sangat luas dan beberapa negara bisa didatangi melalui jalur laut dari Indonesia.
"Pengamanan laut Indonesia sangat lemah sehingga mudah dilalui oleh imigran gelap. Umumnya mereka melalui perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) karena dekat Australia.," katanya.
Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Mabes Polri, Brigjen Sadar Sebayang yang mewakili Kabareskrim mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Ditjen Imigrasi untuk menangani masalah imigran gelap tersebut.
"Kita sudah bekerjasama dengan Ditjen Imigrasi dan telah membentuk Satgas Penyelundupan Manusia yang melibatkan Ditjen Imigrasi dan polisi," katanya. (T.KR-MH/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
