Logo Header Antaranews Makassar

KTI Butuh Program Pendidikan Gratis Plus

Rabu, 28 April 2010 12:06 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Arismunandar, MPd menyatakan, Provinsi Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia secara umum membutuhkan program pendidikan gratis plus.

"Jadi bukan hanya sekedar Program Pendidikan Gratis, sebab dibandingkan Pulau Jawa, infrastruktur dan fasilitas pendidikan di Sulsel dan KTI secara keseluruhan jauh tertinggal," katanya di Makassar, Rabu.

Ujian Nasional (UN) berlaku secara nasional dengan bahan uji yang sama dan standar kelulusan yang sama di seluruh tanah air, tetapi infstruktur dan fasilitas pendidikan di tiap pulau besar di tanah air seperti Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Papua dan lainnya sangat berbeda.

Perbedaan fasilitas pendidikan inilah yang terutama membuat prosentase kelulusan berbeda-beda di tanah air dan semakin ke timur Indonesia, maka semakin rendah tingkat kelulusan sebab fasilitas dan infrastruktur penunjang pendidikan semakin minim dibandingkan di Pulau Jawa.

Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Dr Syahrul Yasin Limpo, MSi, MH sudah melaksanakan program pendidikan dan kesehatan gratis, namun khusus untuk pendidikan ternyata belum cukup, harus ditingkatkan menjadi program pendidikan gratis plus dengan melengkapi standar tertentu seperti laboratorium dan perpustakaan sekolah.

"Laboratorium dan perpustakaan harus ada. Laboratorium diharapkan dengan fasilitas lengkap dan perpustakaan dengan koleksi judul dan jumlah buku yang memadai," ucapnya.

Peran Pemprov, Pemgkab dan Pemkot sangat penting untuk mewujudkan program pendidikan gratis plus dan semua tidak sulit bila mau melakukannya secara terpadu, kata Rektor.

Jadi, lanjut Rektor, tidak bijaksana membandingkan tingkat kelulusan UN untuk kawasan barat Indonesia dengan kawasan timur Indonesia. Sebab kawasan barat sudah sangat maju fasilitas penunjang pendidikannya, sedangkan kawasan timur masih minim, padahal standarisasi nilai UN sama secara nasional.

"Saya berharap, program pendidikan plus ini sudah mulai dilaksanakan di Sulsel tahun 2010 ini, begitupun seluruh kawasan timur Indonesia agar standarisasi pendidikan seiring antara fasilitas dan pencapaian hasil UN secara nasional," ujarnya. (T.F003/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026