Logo Header Antaranews Makassar

Minat PUMP Jamsostek Tinggi di Sulsel

Jumat, 14 Mei 2010 10:29 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Minat peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Sulawesi Selatan untuk mengakses program pinjaman uang muka perumahan diakui cukup tinggi.

"Minat masyarakat untuk mengikuti program pinjaman uang muka perumahan (PUMP) ini memang sangat besar. Untuk wilayah Sulsel saja, angka itu telah mencapai sekitar 3.000 orang," ungkap Kepala kanwil VIII Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Basuki Siswanto di Makassar, Jumat.

Hanya saja, lanjutnya program pinjaman uang muka ini tidak semua peserta Jamsostek bisa meloloskan permohonan mereka, terkait pemberkasan peserta harus mengikuti prosedur kredit perumahan (KPR) perbankan.

"Permohonan mereka harus melalui mitra kami yakni BTN dan BNI. Kami menggandeng mereka, karena kami tidak memiliki analisis kredit perumahan," ucapnya.

Data Jamsostek menyebutkan, selama triwulan pertama 2010, penyerapan fasilitas PUMP melalui mitra perbankan Jamsostek Cabang Makassar terserap hingga Rp 410,5 juta.

PUMP yang dikerjasamakan dengan pihak BNI dan BTN ini yang memberikan fasilitas bantuan pinjaman uang muka rumah maksimal Rp 20 juta dengan masa pengembalian 3 - 5 tahun dan bunga berlaku efektif enam persen per tahun.

"Syarat untuk mendapatkan fasilitas PUMP adalah bagi karyawan yang memiliki pendapatan di bawah Rp5 juta," urainya.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Djamaluddin Jafar mengaku, program pemberian pinjaman uang muka ini sangat membantu pengembang untuk menumbuhkan minat daya beli masyarakat terhadap rumah sederhana (rsh).

"Program ini sudah cukup bagus, apalagi bantuan pinjaman itu sudah bisa diakses perorangan. Cukup dengan memiliki kartu kepesertaan sudah bisa memanfaatkan fasilitas ini," ujarnya.

Pembelian rumah menengah ke atas diakui Jamal masih kurang diminati di Sulsel terkait kemampuan daya beli masyarakat rendah akibat minimnya pendapatan masyarakat setempat.

"Kalau di Jawa kita bisa menjual rumah hingga harga Rp5 miliar. Berbeda dengan kondisi disini, jual rumah dengan harga Rp1,5 miliar saja, sulitnya minta ampun," ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Jamaluddin Jafar di Makassar.

Menurut dia, pendapatan masyarakat di Sulsel sebenarnya sudah bisa di ukur, siapa-siapa yang memiliki pendapatan besar sudah bisa di perkirakan.. "Hanya saja, masyarakat yang berpendapatan rendah masih jauh lebih besar," ucapnya.

Kemampuan daya beli masyarakat di Sulsel terhadap kebutuhan perumahan, lanjutnya porsi pengembang melepas harga rumah ke masyarakat hanya di kisaran Rp500 juta ke bawah, lebih dari harga itu diakui sulit untuk memperoleh pasar.

"Dengan harga itupun mayoritas masyarakat hanya mampu mengangsur kredit rumah sederhana yang di subsidi oleh pemerintah," ungkapnya. (T.KR-HK/H-CS)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026