
Sekretariat PB IPMIL Diserang Kelompok Bermotor

Makassar (ANTARA News) - Lebih dari 20 orang pemuda yang mengendarai sepeda motor melakukan penyerangan ke Sekretariat Pengurus Besar (PB) Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu (IPMIL) Raya di Jalan Kijang Makassar, Jumat.
Pantauan di lokasi kejadian, sejumlah kaca sekretariat pecah akibat lemparan batu dari sekelompok pemuda tersebut, bahkan beberapa kursi plastik juga mengalami kerusakan.
Beruntung dalam penyerangan yang menggunakan senjata tajam berupa parang dan papporo (senjata khas Luwu) itu tidak menelan korban, karena sejumlah mahasiswa yang menginap di sekretariat dapat berlindung di dalam kamar sambil menunggu kedatangan polisi.
Ketua PB IPMIL Raya, Abdi yang ditemui mengaku jika penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda tersebut merupakan buntut dari keributan yang terjadi dalam rumah jabatan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang saat menggelar acara silaturahmi untuk menyelesaikan konflik mahasiswa IPMIL denga Satpol PP dan Dinas Sosial Makassar.
"Saya rasa penyerangan ini merupakan buntut dari keributan yang terjadi di rumah jabatan wali kota pada Senin (24/5) malam lalu. Saat itu antara PP IPMIL da PB IPMIL terjadi sedikit gesekaan yang menyebabkan terjadinya keributan," katanya.
Keributan itu dipicu karena Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin tidak melibatkan dirinya selaku ketua PB IPMIL Raya ataupun pengurus yang lainnya. Padahal, katanya, wali kota hanya mengundang mahasiswa dari PP IPMIL Raya untuk menyelesaikan konflik.
"Lima dari puluhan pelaku penyerangan saya kenal dan dia itu mahasiswa dari Luwu Timur, sedangkan yang lainnya saya tidak kenal," ujarnya.
Kapolsek Makassar AKP Syaiful Alam mengatakan, penyerangan yang terjadi di sekretariat PB IPMIL Raya itu masih dalam penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan belum mengetahui motif penyerangannya. Meskipun para mahasiswa mengaku jika penyerangan itu buntut dari keributan di Rujab Wali Kota Makassar, namun ia belum bisa memastikannya karena belum adanya yang tertangkap," tuturnya. (T.KR-MH/S005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
