
Diskominfo Sulbar targetkan 20 desa bebas "blank spot" internet

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat pada 2020 menargetkan pemasangan internet di 20 desa yang tersebar di enam kabupaten sehingga daerah itu bebas blank spot atau tanpa jaringan internet.
"Setelah 32 desa pada 2019 sudah terpasang jaringan internet. maka pada 2020 diharapkan dapat terpasang tambahan baru sebanyak 20 desa yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar," kata Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar Safaruddin Sanusi, pada peresmian Internet Desa Marasa yang berlangsung di Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar, di Mamuju, Senin.
Ia menyampaikan ada 70 desa yang menjadi lokasi khusus program "Marasa" (mandiri, cerdas dan sehat) yang akan dilakukan pemasangan jaringan internet, dan pada 2019 telah terpasang di 32 desa yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar.
Ke-32 desa yang sudah bebas "blank spot" itu, yakni, delapan desa di Kabupaten Polewali Mandar, masing-masing lima desa di Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju Tengah dan Mamuju serta empat desa di Kabupaten Pasangkayu.
Ia optimistis pada 2021, seluruh desa di Sulbar sudah bebas blank spot atau sudah tersentuh program Marasa melalui pemasangan internet desa.
Baca juga: Internet desa buka keterisolasian masyarakat pedalaman di Sulbar
Pemasangan layanan internet desa itu lanjut Safaruddin, dilakukan melalui kerja sama Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat dan PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON Plus).
Kerja sama pemasangan jaringan internet desa itu dilakukan melalui empat fase, yakni tahap pertama pada April 2019 dengan melakukan survei di 70 desa oleh tim Dinas Kominfo yang dibagi tiga tim dan masing-masing tim melakukan survei di dua kabupaten.
Tahap kedua pada Juli, dilakukan pembicaraan awal dengan pihak penyedia jaringan fiber optik (FO), yakni dengan PT ICOM Plus dengan pertimbangan kesiapan berinvestasi pada penyediaan infrastruktur jaringan FO dan kemampuan PT ICON Plus yang dapat menjangkau daerah pedalaman dengan penarikan bentangan kabel FO melalui jalur tiang listrik.
Kemudian, tahap ketiga pada Agustus 2019, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama penarikan kabel FO di 32 desa.
"Karena titik lokasi berada sangat jauh sehingga penarikan kabel oleh PT ICON Plus memakan waktu hingga tiga bulan. Penarikan kabel terpanjang berada di desa Saloada, di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah dengan panjang mencapai 57 kilometer," kata Safaruddin.
Selanjutnya, tahap keempat pada November 2019, pemasangan alat pemancar Wifi oleh tim teknis Diskominfo dengan tujuan agar masyarakat dapat menikmati layanan internet yang dipancarkan dari kantor desa.
Baca juga: Kominfopers Sulawesi Barat luncurkan internet desa
Pemenuhan kebutuhan
Ia menyampaikan pemberian layanan internet desa itu dimaksudkan untuk membantu tugas-tugas aparat penyelenggara pemerintahan di desa.
Selain itu, internet juga dapat dimanfaatkan masyarakat setempat, baik petani, pengusaha dan pelajar untuk memenuhi kebutuhan informasi masing-masing.
"Pemenuhan kebutuhan itu dimungkinkan karena sinyal wifi yang dipancarkan dari alat yang dipasang di kantor desa dapat mencapai radius hingga 600 meter," kata Safaruddin.
Sementara, Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar menyampaikan agar layanan internet desa itu dapat dimanfaatkan untuk kemajuan desa dan masyarakat.
Wagub mengingatkan agar internet desa tersebut tidak digunakan bermain game.
"Jangan sampai internet ini digunakan pada hal-hal negatif, seperti bermain game. Saya harap, kepala desa bisa memanfaatkan internet desa melalui kreativitas dan inovasi sehingga bisa memberikan pemasukan bagi desanya," kata Enny Anggraeni Anwar.
Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Indonesia Comnets Plus Iwan Purnama yang menyebut bahwa internet desa itu dapat dimanfaatkan oleh komunitas lokal, baik kelompok tani dan nelayan maupun pelaku UMKM.
"Dan tentunya jauh lebih penting adalah masa depan anak-anak didik kita," kata Iwan Purnama.*

Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
