Logo Header Antaranews Makassar

Keluarga Penumpang KM Teratai Prima Padati Posko

Selasa, 13 Januari 2009 08:43 WIB
Image Print

Parepare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Keluarga penumpang yang menjadi korban kecelakaan laut tenggelamnya KM Teratai Pirma pada Sabtu dini hari (10/1) memadati posko Pelabuhan Nusantara Cappa Ujung Parepare, Selasa.

Mereka datang dari berbagai daerah untuk mendapatkan informasi tentang nasib keluarganya yang menjadi korban tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Penanggungjawab posko penanggulangan kecelakaan laut KM Teratai Prima Thomas Luter menyebutkan belum ada lagi korban yang ditemukan selamat pada hari keempat musibah kecelakaan laut tersebut.

Veronica, warga asal Tanatoraja datang untuk menanyakan nasib suaminya Gabriel G, salah satu penumpang yang belum ditemukan.

Ia mengatakan suaminya termasuk penumpang yang ikut dalam pelayaran KM Teratai Prima dari Parepare Sulsel ke Samarinda Kaltim.

Dalam manives, Gabriel G terdaftar pada nomor urut 55, kata Veronica yang datang bersama keluarganya Marcelinus di posko Cappa Ujung Parepare.

Daftar penumpang yang tercatat dalam manives KM Teratai Prima sebanyak 250 orang, namun diduga jumlah penumpang melebihi jumlah yang tercatat dalam daftar tersebut.

Nama penumpang yang tersaftar dalam manives adalah Utung, Budi, Tiar, Madi, Nurdin, Rasul, Rusdi, Jumadi, Imran, Asang, Adi Rusdi, Amrul Faizal, H Yunus, Mustasmin, Manai, Ucu, Mistang, Hendra, Soji, Badulu, Sabar, Asrul, Sarifuddin, Hamma, Saing, Mustamin, Syamsuddin, Anto, Nasrul, Mursalim, Mustari, Irwan, Dedy, Kandar, Ambo Engki, Ambo Oning, Hendra, Agus, Aris, Asang, Assa, Iwan, Samang, Titus. T, Adi, Arring, Ramba, Sunto, Rahman, Martinus, Diman, Antonius A, Yorim, Daso, Gabriel G, Uda, Andarias, Aco, Sonda, Supriadi.

Sakri, Nasir, Rizal, Darmanto, Sonda, Salam, Muh Yusuf, Burhan, Edo, Hamka, Kuasa, Darwis, Hamat, Main, Sandi, Kidi, Soe, Yustian, Dasa, Nasir, Rampa, Junaidi, Ditel, Abd Hafid, Herman Dupa, Eras, Conggih, Umar, Yunus L, Martini Sarri, Addi, Idar, Amirsan, Tapa, Zakariah, Sira, Tato, Kaluin, Elliyas, Rahmading, Thomas, Herman, Aris, Ismail, Padari, Sahar, Lawangan, Hardi J. Kulena, Usman, Lukman, Wandi, Yuseng, Fiter, Darwan, La Upa, Ma'in, Anto, Mutong, Nurdin, Rusdi.

Nasir, Bolong, Ismial Marzuki, Baharuddin, Saparuddin, Tahang, Hasmawati, Yudi, Duha, Andi, Sudi, Rais, Amri, Siame, Yani, Baria, Ridwan, Laupe, Sada, Ida, Marlina, Salam, Lela, Inrikus , Herwin, Yunus, Hj. Sitti Suhada, Syamsu Alam, Sayuti, Syamsir, Erwin, Nurjannah, Arifuddin, Muhammad, Abd Raid, Muidasir, Latif, Amin, Mawar, Mustafa, Muh Ali, Asri, Rahim, Muh Jafar, Lulu, Rahim, Taslim, Mustafa, Munawarah, Rudi, Anisah, Nanang, Saide, Kaseng, Arfa, Haskur, Muna, Sabrian, Karim, Musa.

Luang, A Said, Masran, Mardan, Subrin, Miswan, Jeni, Samuel, Luciana, Yoel, Kala, Fitri, Piter, Aris, Baharuddin, Rina, Rismanto, Amran, Wati, H M Topo, Bapak Amat, Paisal, Tamrin, A Aso, Rana, Julita, Murni, Thomas, Budiono, Pehe, YS Tagi, Yoheskel, Andi, Fitrioni, Ilma, Joi, Yarden, Matius, Rosmin, Yuliandi, Jeni, Anna, Avie, Bisma, Milka, Sattu, Ana, Adi, Yeli, Yohanis, Rudi, Azis, Dulla, Arif, Naim, Dahlia, Musa, Ganing, Nurdin, Sakka, Amran, Rafi, Umar, Rakka, Marawiah, Yunus, Irfan, Ahmad, Malik, Juli.

Sementara yang ditemukan selamat adalah Yulinus Mangambe, Dg Gassing, Padori, Baco, Nudi Alfian, Horas, Atti, Sumadi, Syamsul, Santonius, Basong, Luther Palalembang, Syaharuddin, Ahmad, Sabir, Allan, Oppa, M Yusuf, Najamuddin, Yusuf, Rusli, Suwardi Join Yacubus, Rampat, Adi, Nuri, Iskandar, Roby, Syaiful, B Parama, Darwin, Hendra, Sonda, Iwan, Abbas.

Satu mayat wanita korban musibah tersebut hingga kini belum diketahui namanya yang tercatat di Posko Jasa Raharja Perwakilan Parapare. (T.S016/N002)