Logo Header Antaranews Makassar

Pembangunan Shelter di Puncak Cartenz Menemui Kendala

Senin, 28 Juni 2010 12:46 WIB
Image Print

Jayapura (ANTARA News) - Rencana pemerintah Provinsi Papua untuk membangun shelter (tempat peristirahatan) di Puncak Cartenz-Timika menemui kendala karena kurang mendapat dukungan dari PT. Freeport Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Provinsi Papua, W.CH Rumbino, di Jayapura, Senin mengatakan rencana pembangunan shelter di Puncak Cartenz terbentur kendala, sehingga seluruh pengerjaan yang awalnya ditargetkan tahun 2010 menjadi tertunda.

Menurut Rumbino, kendala utama yang dihadapi Pemprov tidak adanya dukungan dari PT. Freeport, selaku pemilik areal pembangunan shelter tersebut.

"Saya heran, sepertinya kita ini ada di Amerika, dimana kepentingan pemerintah Republik khususnya pemerintah provinsi yang punya tanah dan wilayah ini, tetapi kenapa mereka (PT. Freeport-red) seperti tidak memberi tanggapan," katanya.

Ia mengatakan, kalau perusahaan serius menanggapi pemerintah dengan seluruh kegiatannya, maka seharusnya juga mendukung pembangunan shelter tersebut.

Ia mengatakan hambatan yang dihadapi dalam pengerjaan shelter, antara lain pemerintah daerah kesulitan untuk memperoleh fasilitasi seperti bantuan transportasi udara yang prosedurnya berbelit-belit.

"Setelah delapan bulan lebih pengerjaan dilakukan belum selesai juga, padahal barang-barang yang dibutuhkan telah berada di Grasberg dengan ketinggian 4400 meter, jika menggunakan Helikopter barang-barang tersebut akan tiba di Cartenz hanya dalam tiga atau empat menit saja," katanya.

Rumbino mengatakan tujuan pembangunan shelter ini murni untuk kepentingan masyarakat.

Ia mengharapkan adanya dukungan PT. Freeport Indonesia untuk menggunakan jalur PT Freeport untuk mengirim barang dan peralatan ke Cartenz namun biaya yang ditimbulkan pemerintah daerah yang membayar. (T.KR-ALX/Z003)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026