
Memanfaatkan Libur Sekolah, Obyek Wisata Mamuju Padat

Mamuju (ANTARA News) - Memanfaatkan libur sekolah, sejumlah obyek wisata di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dipadati hingga ratusan pengungjung setiap harinya.
Pemantauan di Mamuju, Minggu, sejumlah obyek wisata yang menjadi incaran warga adalah obyek wisata permandian alam Gentungan yang terletak sekitar 35 kilometer dari kota Mamuju.
Di kawasan obyek wisata tersebut, ratusan kendaraan roda dua nyaris menutupi badan jalan, sehingga kondisi ini pun mengakibatkan pemilik roda empat harus rela berjalan kaki sekitar 500 meter dari lokasi permandian.
Haedar (40 thn), penjaga pintu masuk kawasan wisata Gentungan, mengaku, selama masa liburan sekolah, jumlah pengungjung yang berwisata di Gentungan naik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Jumlah pengungjung yang masuk setiap harinya meningkat tajam dari hari biasanya yang dapat dihitung dengan jari, namun, kondisi berbeda selama masa liburan sekolah jumlahnya lebih 100 pengunjung setiap harinya," tuturnya.
Ia mengatakan, pengunjung yang datang umumnya masyarakat dari Kota Mamuju dan sebagian dari beberapa kabupaten lain seperti dari Kabupaten Majene, Polewali Mandar maupun pengunjung dari Kabupaten Mamuju Utara.
"Biasanya puncak pengunjung mulai ramai itu terjadi saat hari minggu, namun, selama musim liburan, jumlah yang datang tidak pernah surut," kata dia.
Demikian halnya dengan kawasan wisata Pantai Lombang-Lombang juga terlihat dipadati ratusan wisatawan lokal.
"Sejak masa liburan sekolah berlangsung, jumlah wisatawan lokal yang datang terbilang tinggi jika dibandingkan dengan hari sebelumnya," ujar Marda, salah seorang pedagang minuman dingin di kawasan obyek wisata itu.
Menurutnya, banyaknya pengunjung yang datang juga memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonominya karena barang dagangannya laris terjual setiap hari.
"Lumayan keuntungannya mas dapat menutupi untuk digunakan membeli perlengkapan sekolah anak-anak di rumah," katanya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
