
570 Aparat Amankan Hasil Penetapan KPUD Soppeng

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 570 aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Soppeng yang memutuskan pasangan kandidat terpilih Andi Sutomo-Haris Muhammadiyah.
"Hasil penetapan KPUD Soppeng sudah ditandatangani, sehingga selama tiga hari kami harus mengamankan hasil keputusan tersebut dengan 570 personel," kata Kapolres Soppeng AKBP Rikky Naldo menanggapi pengamanan di Kabupaten Soppeng, Sulsel, Rabu.
Dia mengatakan, personel pengamanan itu untuk mengawal KPUD Soppeng dari ancaman dan aksi pihak-pihak yang tidak bisa menerima hasil penetapan tersebut. Aparat dikerahkan dari Polres terdekat dengan wilayah Kabupaten Soppeng.
Adapun personel yang mendukung pengamanan di "Bumi Temmalala" itu, lanjutnya, berasal BKO empat Polres masing-masing Polres Pinrang, Wajo, Bone, Parepare ditambah dua satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Mabes Polri.
Pengamanan selain dilakukan di kawasan kantor KPUD Soppeng, juga di kediaman pasangan terpilih, khususnya Andi Sutomo di Jalan Merdeka, Kabupaten Soppeng, Sulsel.
Namun dari hasil pantauan Polres Soppeng, Rikky mengatakan, hingga saat ini lokasi yang diamankan itu belum ada reaksi destruktif dari masyarakat setempat ataupun pendukung dari lawan politik kandidat calon bupati dan wakil bupati terpilih.
Padahal sebelumnya, aksi protes terjadi dari pihak pendukung lawan politik pasangan Sutomo-Haris, dan lokasi Kabupaten Soppeng masuk dalam empat dari sepuluh kabupaten penyelenggara Pilkada yang dinilai rawan konflik, karena terdapat kandidat yang berstatus "incumbent".
Sementara itu, Ketua KPUD Soppeng Sulhan mengatakan, pihaknya telah menetapkan pasangan kandidat terpilih Sutomo-Haris periode 2010 - 2015 dan telah menyampaikan hal tersebut pada pihak KPUD Soppeng.
"Apabila hingga tiga hari tidak ada gugatan, kami akan menyampaikan ke DPRD Soppeng, kemudian melanjutkan surat penetapan ke DPRD setempat," katanya. (T.S036/Z003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
