
Anggaran Program Pendidikan di Mamuju Terus Meningkat

Mamuju (ANTARA News) - Anggaran untuk program pendidikan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dari tahun ketahun terus meningkat dalam mewujudkan komitmen pemerintah peningkatan akses pelayanan pendidikan di Mamuju.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju, Mustafa Kampil di Mamuju, Senin, mengatakan, anggaran pendidikan di Mamuju dari tahun ketahun meningkat yakni dari sekitar Rp20 miliar tahun 2006 atau sekitar 5,9 persen dari total APBD Mamuju saat itu sekitar Rp347 miliar meningkat menjadi Rp29 miliar atau sekitar 6,5 persen dari APBD sekitar Rp450 miliar tahun 2007.
Ia mengatakan, anggaran pendidikan di Mamuju tahun 2007 itu meningkat lagi tahun 2008 menjadi sekitar Rp43 miliar atau sekitar 8,6 persen dari sekitar Rp509 miliar total APBD.
Kemudian kembali meningkat tahun 2009 menjadi sekitar Rp52 miliar atau sekitar 8,2 persen dari total APBD Mamuju sekitar Rp643 miliar.
Ia mengatakan, peningkatan anggaran pendidikan yang dilakukan pemerintah di Kabupaten Mamuju dalam rangka meningkatkan pelayanan akses pendidikan di Mamuju melalui program pendidikan gratis yang dituangkan dalam peraturan daerah (Perda) No 10 tahun 2008 tentang subsidi biaya pendidikan pra sekolah pendidikan dasar dan menengah.
"Program pendidikan gratis di Mamuju dalam rangka memberikan kesempatan belajar warga Mamuju bagi mereka yang berusia 7-8 tahun atau dari SD sederajat sampai dengan SMA," katanya.
Ia menyampaikan peningkatan anggaran pendidikan yang memacu tingginya kesempatan belajar bagi warga di Mamuju, karena sarana dan prasarana pendidikan di Mamuju juga semakin meningkat.
Ia mengunkapkan jumlah sekolah tingkat SD bertambah dari 348 unit tahun 2005 menjadi 430 unit tahun 2009, kemudian sekolah tingkat SMP meningkat dari 61 sekolah tahun 2005 menjadi 96 sekolah tahun 2009.
Sementara sekolah tingkat SMA dari 28 unit tahun 2005 menjadi 55 unit tahun 2009.
(T.KR-MFH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
