Logo Header Antaranews Makassar

Posko Basarnas di Pindahkan ke Barru

Sabtu, 17 Januari 2009 06:32 WIB
Image Print

Pare-Pare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pos Komando Badan SAR Nasional (Posko Basarnas) yang menangani pencarian penumpang KM Teratai Prima yang tenggelam beberapa waktu lalu, dipindahkan ke wilayah Kecamatan Palanro, Kabupaten Barru, Sulsel."Sebanyak 17 anggota tim digeser dari lokasi sebelumnya di kantor Administratur Pelabuhan (Adpel) Pelabuhan Cappa Ujung, Pare-Pare, mulai Jumat kemarin," kata pejabat Humas Basarnas Makassar, Dewi Meliyana di Pare-Pare, Sabtu.

Menurut dia, pemindahan tersebut dilakukan karena sebagian besar jenazah korban yang tenggelam di Perairan Majene, Sulawesi Barat itu ditemukan di perairan Kabupaten Barru, yang berjarak sekitar 72 mil laut dari Majene.

"Sekarang sedang bertiup angin selatan. Kemungkinan jenazah lain terseret arus laut yang mengarah ke perairan Barru. Rencananya, tim itu akan bertugas di daerah tersebut hingga keluar keputusan untuk menghentikan pencarian," katanya.

Data Basarnas Makassar menunjukkan tujuh jenazah ditemukan di Perairan Barru dan satu lagi di perairan Majene, Sulbar.

Satu jenasah ditemukan pada 13 Januari, empat jenazah pada 15 Januari dan dua lagi pada 16 Januari. Sementara satu jenazah ditemukan di perairan Majene pada 12 Januari.

Kepindahan ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya Basarnas sudah membuka posko selama lima hari di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan sejak tenggelamnya KM Teratai Prima pada Minggu pagi, 11 Januari.

Selain Basarnas, Tim SAR Mahasiswa dan personil Paskhas AL juga ikut bergeser. Mereka membawa peralatan lengkap ke wilayah itu.

"Tapi Rescue Boat (RB) tetap kami siagakan di Pelabuhan Pare-Pare, untuk mengantisipasi patroli laut yang sifatnya tiba-tiba," katanya.

KM Teratai Prima yang tenggelam pada 11 Januari sekitar pukul 04.00 Wita, memuat 250 penumpang sesuai daftar manifes dengan 17 ABK.

Diperkirakan jumlah tersebut masih bertambah puluhan orang sesuai daftar pengaduan keluarga korban yang menyatakan keluarganya ikut dalam pelayaran kapal naas tersebut.

Hingga saat ini, korban yang ditemukan sebanyak 42 orang, terdiri dari 34 korban selamat dan delapan korban tewas. Sedangkan ratusan penumpang lain belum ditemukan.
(T.PK-AAT/N002)