Logo Header Antaranews Makassar

Cuaca Buruk Akibatkan Produksi Getah Pinus Turun

Senin, 23 Agustus 2010 23:03 WIB
Image Print

Sungguminasa, Sulsel (ANTARA News) - Buruknya cuaca di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, berdampak pada menurunnya produksi getah pinus yang akan dipasarkan secara nasional.

Direktur PT Adimitra Pinus Utama, Rudy Susanto di Gowa, Senin, mengatakan, menurunnya produksi getah pinus itu diakibatkan kondisi cuaca yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini terus meningkat.

"Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena ini fenomena alam. Jika tahun-tahun sebelumnya, meskipun cuacanya hujan namun penurunan jumlah produksi itu tidak terlalu tajam dibandingkan yang sekarang," ujarnya.

Ia menuturkan, produksi getah pinus di kabupaten Gowa mencapai 30 ton per bulan. Namun, akibat tingginya curah hujan, getah pinus yang bisa dihasilkan pada saat ini hanya sekitar 25 ton per bulan.

Dengan produksi yang hanya 25 ton per bulan itu, menurut dia, perusahaan yang dipimpinnya cukup kewalahan dalam memenuhi permintaan pasar nasional.

Ia menjelaskan, dengan hanya 100 orang tenaga penyadap aktif yang tersebar di lima kecamatan yang merupakan wilayah pengembangan getah pinus, pihaknya kesulitan memenuhi kebutuhan pasar.

Hujan yang turun terus menerus membuat cuaca menjadi dingin dan terjalnya lokasi penyadapan getah yang berada pada dataran tinggi tersebut membuat para penyadap kesulitan dalam mendapatkan getah pinus.

"Hujan yang turun secara rutin itu membuat tenaga penyadap kami tidak bisa bekerja maksimal, apalagi di area tebing yang kemiringannya cukup menakutkan," jelasnya.

Menurut dia, meski upah tenaga penyadap dinaikkan dari Rp1.500 per kilogram menjadi Rp1.700 per kilogram, tetap saja tidak bisa memenuhi kebutuhan.

Ia menjelaskan, dinaikkannya upah itu tidak membuat tenaga penyadap bertambah.

Malah, tenaga penyadap makin berkurang lantaran sebagian besar tidak tahan dengan cuaca yang dingin, katanya.(T.KR-MH/A023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026