Logo Header Antaranews Makassar

BAZ Mamuju Kumpulkan Zakat Profesi Rp567 Juta

Selasa, 24 Agustus 2010 23:44 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Badan Amil Zakat Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, berhasil mengumpulkan zakat profesi dari medio Januari hingga Juli 2010 senilai Rp567 juta.

Ketua BAZ Mamuju, Drs.H. Arifin H.P. Dara di Mamuju, Selasa, mengataan, dalam tujuh bulan terakhir ini, pihaknya telah mengumpulkan zakat profesi para pegawai lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) se-Kabupaten Mamuju sebesar itu.

"Dana pembayaran zakat yang berhasil terkumpul setiap bulannya itu disalurkan kepada penerima zakat, di antaranya bantuan modal usaha, bantuan pendidikan, bantuan pengobatan, bantuan masjid, dan bantuan untuk Taman Pendidikan Al Quran (TPA)," kata dia.

Disebutkan, dari total dana zakat yang terkumpul, BAZ telah menyalurkan dana dengan jumlah sebesar RpRp512 juta lebih. Dengan demikian, total saldo hingga saat ini lebih dari Rp54 juta.

Dijelaskan, pembayaran zakat ini rutin setiap bulannya dikeluarkan untuk membantu para sejumlah fakir miskin dan anak kurang mampu maupun bantuan pengobatan bagi masyarakat penerima zakat dan pemberian biaya pendidikan bagi anak yatim piatu.

"Penyaluran zakat tersebut merupakan tanggung jawab BAZ yang pada 2010," katanya menandaskan.
Dijelaskan, dana yang terkumpul itu berasal dari sumbangan berbagai pihak, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) beragama Islam yang setiap bulan gajinya dipotong 2,5 persen.

Penyaluran zakat itu, kata dia, tidak asal mengeluarkan saja, tetapi sesuai dengan mekanisme penyalurannya sebagaimana ketentuan agama, yakni terdapat delapan golongan penerima wajib zakat. Mereka itu, di antaranya fakir, miskin, hamba sahaya, mualaf, dan fisabilillah.

Arifin mengemukakan sejak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyusun Peraturan Daerah tentang Zakat, kemudian penerbitan peraturan bupati, potensi pembayaran zakat yang masuk di BAZ mulai meningkat.

"Perda dan peraturan bupati ini memicu meningkatnya pembayaran zakat meski masih banyak pegawai lingkungan SKPD Kabupaten Mamuju yang mengabaikan pembayaran zakat itu," ungkapnya.

Dijelaskan, potensi zakat yang dikumpulkan masih didominasi oleh pegawai negeri beragama Islam, sedangkan keterlibatan pihak swasta hingga saat ini belum ada.

Arifin berharap agar pihak swasta atau penguasaha maupun orang kaya bisa menyalurkan zakatnya kepada BAZ karena peran serta mereka selama ini belum maksimal. "Hanya sebagian saja yang mau mengeluarkan zakatnya kepada yang memerlukan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, melalui penyaluran BAZ ini selain dijamin terpercaya juga tak salah sasaran agar mampu menekan angka kemikiskinan.

"Zakat yang kita kumpulkan ini sangat membantu beban masyarakat, baik untuk membantu modal usaha, peningkatan pendidikan, maupun meringankan biaya pengobatan bagi masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan," pungkasnya. (T.KR-ACO/D007)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026