
Lima Gadis Hanyut di Sungai Alami Trauma

Manado (ANTARA Sulsel) - Lima gadis asal Desa Siniung, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara (Sulut), yang selamat setelah hanyut di sungai Ongkag, Rabu (21/1) lalu, mengaku mengalami trauma dengan kejadian itu.
Lima gadis itu malah sering menangis sendiri ketika mengingat peristiwa dialaminya pada Rabu, sekitar pukul 14.30 wita itu, kata Matt, salah satu pihak keluarga korban, kepada sejumlah wartawan, Sabtu.
Selain lima gadis yang dinyatakan selamat itu, satu gadis yang diketahui identitasnya bernama Ria Silvia Abuq (17), warga Siniung, sempat dinyatakan hilang, namun sudah ditemukan pada Jumat (23/1) dalam keadaan tidak bernyawa.
Korban meninggal itu ditemukan sekitar 30 kilometer dari desa tersebut, yang sudah tersangkut di sejumlah pohon.
Menurut penuturan warga, ada sebanyak enam gadis dengan usianya berkisar 15-17 tahun, hendak ke kebun untuk mencari sayur pada saat cuaca buruk.
Ketika hendak menyeberangi sungai Ongkag, kondisi arus sudah deras karena curah hujan selama sepekan terus terjadi, menyebabkan semua gadis itu ikut hanyut, namun lima bisa selamat, sementara Ria, dilaporkan hilang.
Kapolsek Dumoga Timur, AKP Made Sumarya, mengatakan, pencaharian korban yang hilang dengan melibatkan tim TNI, Palang Merah Indonesia (PMI) serta masyarakat setempat.
Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi, sehingga langsung diserahkan kepada pihak keluarga, katanya.
(T.H013/E001)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
