Logo Header Antaranews Makassar

Korban Bentrokan Timika akan Dirawat di Makassar

Senin, 26 Januari 2009 09:26 WIB
Image Print

Timika, Papua (ANTARA Sulsel) - Simon Fader, warga Kampung Kodok, Kelurahan Kwamki Baru Timika yang mengalami luka serius di perutnya karena terkena pecahan peluru aparat kepolisian saat bentrok dengan warga, Minggu dini hari, direncanakan akan dikirimkan untuk dirawat di Makassar, Senin (26/1).

Kapolres Mimika, AKBP Godhelp C Mansnembra kepada ANTARA di Timika, Minggu, mengatakan, Simon Fader terkena pecahan peluru yang dilepas aparat kepolisian saat dihadang sekelompok massa di sekitar Kompeks Wowor Jalan C Heatubun Kelurahan Kwamki Baru, Minggu dinihari.

Saat itu, aparat gabungan Polsek Mimika Baru dan anggota Perintis Polres Mimika hendak menuju Bar Queen untuk melerai pertikaian antara dua kelompok warga yang bentrok yakni kelompok Max Werluken dan kelompok Riky.

"Korban terkena pecahan peluru petugas satu di bagian perut dan satu menembus usus. Korban sudah menjalani operasi di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika untuk mengeluarkan pecahan peluru dan besok direncanakan akan dirujuk ke Makassar untuk mendapat perawatan lanjutan," jelas Kapolres Mimika, Godhelp Mansnembra.

Mansnembra mengakui anggota Polsek Mimika Baru dan anggota Perintis Polres Mimika sempat mengeluarkan tembakan peringatan kepada sekelompok warga saat kendaraan yang mereka tumpangi dihadang, bahkan dilempar dengan batu. Tidak itu saja, sejumlah anggota polisi juga menjadi korban penganiayaan oleh warga dan kendaraannya dirusak.

"Ketika mendapat serangan dari warga, anggota kami sebetulnya mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, pada saat kejadian masih gelap gulita dan di sekitar itu terdapat banyak batu bata yang mengakibatkan salah satu pecahan peluru anggota melukai warga," tutur Mansnembra.

Atas kejadian dimaksud, pada Minggu siang, Kapolres Mimika menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat suku Kei di Timika. Kapolres Mimika juga sempat menjenguk korban yang sedang dirawat di RSMM Timika.

"Terhadap kejadian ini, tindakan yang kami sudah lakukan yakni mengamankan senjata anggota dan juga menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat Kei di Timika. Kami juga sudah mendatangi lokasi kejadian. Masyarakat berharap polisi serius untuk mengungkap siapa pelaku yang menembakan peluru ke warga," jelas Mansnembra.

Selain Simon Fader, bentrokan antar polisi dan warga ini melukai dua anggota polisi (satu orang masih dirawat intensif di RSMM Timika) dan juga seorang warga lainnya.

Biaya pengiriman dan perawatan Simon Fader ke Makassar akan ditanggung oleh Polres Mimika dan dibantu masyarakat suku Kei.

Mansnembra menyesalkan kejadian tersebut hingga menyebabkan sejumlah korban dirawat intensif di RSMM Timika. "Sebetulnya, masyarakat Kampung Kodok Kompleks Wowor tidak tersangkut dengan persoalan awal karena pelaku yang membuat keributan di Bar Queen bukan warga mereka. Namun, karena tidak mendapat informasi yang jelas, maka mengakibatkan kejadian ini seolah-olah mengarah kepada salah satu suku tertentu," tambahnya.

Dikatakan, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan situasi yang mencekam di kota Timika karena sebagian besar warga setempat tidak mengetahui kejadian tersebut. Saat itu, situasi kota Timika dan sekitarnya masih kondusif. Mansnembra berharap jalan C Heatubun yang sempat diblokir warga segera dibuka kembali.
(T.PK-VS/M012)