Logo Header Antaranews Makassar

Proyek Kakao Centre di Sulbar Terancam Gagal

Kamis, 9 September 2010 04:46 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Proyek kakao centre yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, terancam gagal karena minimnya anggaran yang disediakan melalui APBD Kabupaten Mamuju tahun 2010.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mamuju, Hamzah Sula, di Mamuju, Rabu, mengatakan, program kakao centre yang akan dibangun di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, pada 2010, terancam gagal.

Ia menjelaskan, anggaran yang disediakan pemerintah untuk proyek kakao centre, yang akan menjadi laboratorium kakao di Mamuju, sangat minim.

Anggaran yang disediakan untuk proyek itu dalam APBD hanya sekitar Rp1 miliar, padahal kebutuhan anggaran untuk proyek itu sekitar Rp4 miliar.

"Dari anggaran sekitar Rp1 miliar yang disediakan untuk kakao centre di Mamuju hanya sekitar Rp500 juta yang telah dicairkan Pemkab Mamuju, sehingga anggaran yang ada tidak cukup untuk proyek tersebut," katanya.

Padahal, kata dia, program kakao centre di Mamuju tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kabupaten Mamuju dengan Universitas Hasanuddin.

"Proyek tersebut telah mendapatkan anggaran dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional sekitar Rp5 miliar dan Unhas telah mengelola anggaran tersebut, namun hingga saat ini proyek kakao centre di Mamuju belum jelas, karena minimnya anggaran dana pendamping yang disediakan Pemkab Mamuju dalam APBD," katanya.

Ia mengatakan, anggaran yang disediakan Pemkab Mamuju dalam APBD untuk proyek kakao centre di Mamuju yang besarnya sekitar Rp500 juta itu tidak akan mampu membangun proyek tersebut, sehingga proyek ini pun menjadi sorotan dewan.

"Program kakao centre di Mamuju yang nyaris kandas, mendapat sorotan dewan, namun ini bukan karena kesalahan pemerintah semata tetapi karena anggaran yang minim disediakan dalam APBD Kabupaten Mamuju," katanya.

Karena itu, ia mengatakan, jika pemerintah maupun dewan masih menghendaki proyek ini jalan maka sebaiknya pemerintah mencarikan anggaran yang bisa digunakan untuk proyek ini.

"Mestinya pemerintah mengalihkan anggaran dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Mamuju yang menyankut masalah peningkatan produksi dan mutu kakao untuk mengatasi kekurangan anggaran dalam proyek kakao centre itu," katanya. (T.KR-MFH/A023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026