
Penjual Pulsa 'Panen Raya' Dihari Lebaran

Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah penjual pulsa telepon seluler di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengaku 'panen raya' alias meraih untung besar pada lIdul Fitri 1431 Hijriah karena omzet penjualannya meningkat.
Salah seorang penjual pulsa Uni di Kelurahan Karema, Mamuju, Jumat, mengatakan, sejak seminggu menjelang lebaran hingga hari lebaran ini volume penjualan pulsa mengalami peningkatan karena tingginya permintaan.
Menurut dia, pendapatannya dari berjualan pulsa meningkat dari rata-rata Rp500.000 per hari pada hari biasa menjadi sekitar Rp1,5 juta saat H-2 sampai hari H Lebaran.
Lebaran ini, katanya, menjadi berkah bagi penjual pulsa di Mamuju.
"Pada hari biasa keuntungan kami rata-rata hanya sekitar 100.000,00 perhari namun menjelang lebaran naik rata-rata menjadi Rp300.000,00 dalam sehari," katanya.
Biasanya, kata Uni, pembeli pulsa hanya sekitar 30 orang per hari namun naik menjadi sekitar 70 orang perhari sejak seminggu menjelang lebaran hingga hari lebaran ini.
Masyarakat banyak membeli pulsa untuk menghubungi keluarganya dan temannya yang jauh guna mengucapkan selamat Idul Fitri dan memohon maaf.
Hal senada dikatakan Adi, penjual pulsa di Kelurahan Binanga yang mengatakan pengunjung yang datang meningkat dua kali lipat pada lebaran ini dibanding hari biasa.
"Lumayan omzet penjualan mampu mencapai Rp100.000 perhari dibandingkan hari biasa hanya sekitar Rp200.000 perhari," katanya.
Ia mengatakan, keuntungan yang dapat diraih dari berjualan pulsa mampu mencapai Rp200.000,00 perhari dibandingkan hari biasa sekitar Rp100.000,00 perhari.
"Penjual pulsa di Kota Mamuju mendapat penghasilan lumayan karena masyarakat daerah ini umumnya berasal dari luar daerah atau masyarakat perantau, dan banyak warga yang tidak pulang memanfaatkan telephone genggam untuk menghubungi keluarganya dikampung," katanya.
Sementara itu, Eko salah seorang warga yang tidak melakukan mudik lebaran memanfaatkan telephone untuk menghubungi keluarganya yang ada di kota Solo Provinsi Jawa Tengah.
"Kalau mudik cukup jauh dan makan biaya banyak makanya menghubungi keluarga lewat telephone saja," kata Eko yang bekerja sebagai pedagang di Mamuju. (T.KR-MFH/R007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
