
Gubernur Sulbar Dapat Pujian dari Dirut PLN

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh kembali mendapat pujian dari Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan, karena gesit memperjuangkan masalah krisis listrik yang terjadi di Pulau Sulawesi.
"Saya bangga melihat pimpinan seperti Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh, yang tak kenal lelah ke Jakarta untuk mencari solusi mengatasi listrik di daerahnya," kata Dahlan Iskan di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, sosok pak Anwar terlihat tak pernah capek dan tetap bersemangat untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat di Sulbar.
"Krisis listrik di Sulbar akan segera teratasi dengan ditemukannya sumber mata air sungai yang dapat menghasilkan energi listrik hingga 4.000 megawatt. Ini adalah karunia Tuhan yang harus kita syukuri," jelanya.
Ia mengatakan, Gubernur Sulbar cerdas dalam mengalokasikan anggaran yang paling prioritas, sehingga tak heran jika provinsi terbungsu ini mampu meraih predikat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
"Saat pengumuman pertumbuhan ekonomi di Indonesia, semua mata tertuju kepada pak Anwar karena kembali meraih prestasi tertinggi akan pertumbuhan ekonomi sebesar 15,1 persen pada triwulan II tahun 2010," jelasnya.
Semua itu, kata dia, karena kejelian seorang pemimpin yang mampu membuat desain besar pembangunan yang masuk skala prioritas.
"Seorang kepala daerah tidak akan cukup hanya mengandalkan teori, tetapi pemimpin harus cekatan dan memiliki kepedulian yang tinggi untuk memperjuangkan kepentingan daerahnya maupun kepentingan secara nasional," tutur dia.
Oleh karena itu, kata dia, keberhasilan pak Anwar memimpin Sulbar harus didukung secara bersama-sama, sehingga upaya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan dapat diwujudkan.
"Saya yakin, Sulbar kelak akan menjadi sebuah daerah yang akan terdepan, mengingat banyak potensi kekayaan alam yang dapat digarap secara optimal," katanya. (T.KR-ACO/Z002)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
